Nampaknya, kejadian intoleransi masih saja memamanas berkeliaran dibumi ini, sikap menghargai keberadaan kaum minoritas seakan semakin dianggap musnah. Tetapi, mari kita coba menelisik bahwa ada satu perkampungan di salah satu kota multikultural yang menjadi cerminan toleransi di Sumatera Utara.
Yaps… kota Medan, kota multikultural yang sangat tinggi akan toleransinya. Keberagaman yang damai sangat amat terasa jika berada di kota ini, berbagai macam agama, suku, etnik, budaya, bahkan berbagai keturunan dari negera lain seperti China, Arab, India dan lain sebagainya bisa hidup rukun dan damai secara berdampingan di kota ini.
Ngomong-ngomong soal suku, ada salah satu perkampungan yang dikenal sebagai Little India-Nya kota Medan. Di kampung ini, mayoritas penduduknya merupakan keturunan India Tamil yang sudah tinggal bertahun-tahun dan menetap di kampung tersebut.
Kota Medan bak sebuah taman bunga berwarna-warni. Beragam suku, ras, agama, hidup dan bersatu dengan indah. Semuanya hidup rukun tanpa memandang perbedaan antara mayoritas atau minoritas.
Begitu pula halnya dengan kampung Madras, Etnis Tamil dari India juga majemuk mereka ada yang memeluk agama Hindu, Sikh, dan juga Islam. Hal ini dibuktikan dengan adanya Masjid Ghaudiyah yang letaknya hanya beberapa ratus meter saja dari kuil Shri Mariaman, ini adalah wujud toleransi antar umat beragama yang teramat saling menghargai.
Beberapa hari lalu, saya berkesempatan untuk mewawancarai salah satu milenial keturunan India yang paham akan bagaimana toleransi yang ada di kampung Madras. Sedikit berbincang dengan narasumber mengenai indahnya keberagaman dan perbedaan yang menjadi sumber kekuatan untuk menyatukan masyarakat yang damai, tentram, dan saling menghormati serta menghargai satu sama lain.
Saya sungguh kerkesima ketika narasumber berpendapat bahwa kampung Madras sangat amat menjunjung keberagaman meski sudah bertahun-tahun hidup secara berdampingan, masyarakat kampung Madras tidak pernah mengalami konflik akibat perbedaan.
Walaupun ada suatu permasalahan seperti tragedi persekusi agama yang terjadi di India yang menyebabkan kerusuhan antara Hindu-Islam, tetapi perdamaian di Kampung Madras tetap terjaga dan tidak ada terjadi konflik, selisih paham, ataupun perpecahan. Padahal, masyarakat kampung Madras mendominasi agama Hindu-Islam.