1. “Lihatlah seluruh ciptaan, terutama umat manusia, dengan kehendak baik—menerima, mengakui, memaafkan, melayani, dan mencintai. Jadikanlah hal itu sebagai watakmu dalam berhubungan dengan dunia.”
2. “Belajarlah untuk memberi, baik kamu punya banyak atau sedikit, baik saat suka maupun duka.”
3. “Makan adalah suatu bentuk ibadah, maka gerakan-gerakanmu sebaiknya dikendalikan. Jangan menolah-noleh ke kanan maupun ke kiri atau memikirkan kesalahan-kesalahanmu dan kekurangan-kekuranganmu; tinggallah dalam keadaan bersyukur.”
4. “Makanlah sedikit. Itu akan meninggalkan lebih banyak ruang dalam hatimu dan akan meningkatkan hasratmu untuk berdoa dan taat.”
5. “Dunia ini adalah dasar ujian; jangan cari kesenangan dan kekayaan di dalamnya.”
6. “Temukan sahabat yang tepat, yang akan menjadi pendukungmu, seorang kawan perjalanan yang baik di jalan kebenaran.”
7. “Barangsiapa percaya kepada takdir, ia akan tenang. Barangsiapa memperhatikan, ia akan diperhatikan. Barangsiapa bertawakal, ia akan memperoleh keyakinan. Barangsiapa mengerjakan sesuatu yang tidak berarti baginya, maka akan dihilangkan sesuatu yang berarti baginya.”
8. “Jangan puas dengan keadaan spiritual (hal)-mu; tingkatkan! Majulah tanpa henti, tanpa gangguan. Dengan tujuan yang teguh, berdoalah kepada Allah, Sang Mahabenar, untuk membawamu dari keadaanmu saat ini menuju keadaan berikutnya. Dalam setiap keadaan, dalam setiap kemajuan, sambil melakukan sesuatu atau tidak, bersikaplah senantiasa ikhlas dan jujur.”
9. “Sebuah tanda keberatan yang akan menghalangimu untuk maju adalah menjadi beban orang lain; baik menjadi seorang tanggungan orang lain atau membiarkan orang lain membawa bebanmu.”
10. “Untuk melangkah di jalan ini, untuk mengikuti jejak para nabi, kamu harus ringan–ringan dalam barang-barang duniawi ini, ringan dalam perhatianmu pada dunia ini.”
11. “Keikhlasan adalah ciri pencari sejati.”

1. “Lidah yang lepas dan hati yang tertutup dan penuh dengan kelalaian itu alamat kemalangan besar.”
2. “Pengetahuan ada berpotensi dalam jiwa manusia seperti benih di tanah dan dengan belajar, potensial menjadi aktual.”
3. “Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.”
4. “Saran itu mudah, yang sulit adalah menerimanya, karena itu pahit dalam rasa.”
5. “Sesungguhnya jiwa menjadi terbiasa untuk hal yang Anda biasakan.”
6. “Satu berangkat dari stasiun kesabaran melalui kecemasan, berlebihan dari keluhan, membuat sebuah pameran kesedihan, harta dan makanan.”