Kemenhub RI Berencana Bangun BRT di Kota Medan, 551 Unit Bus Dibutuhkan

Bobby Nasution menerima kunjungan Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto di Balai Kota Medan, Kamis (7/9/23). (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan Walikota Medan Bobby Nasution kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI karena telah memilih Kota Medan menjadi salah satu kota di Indonesia untuk dibangun Bus Rapid Transit (BRT).

Diharapkan, pembangunan BRT yang bertujuan mengatasi kemacetan sekaligus memberikan mobilitas cepat, nyaman dan berbiaya rendah dalam pelayanannya kepada masyarakat ini dapat berjalan lancar.

“Kami sangat berterima kasih atas pilihan ini. Semoga pemilihan Kota Medan ini menjadi pilihan yang tepat. Apa yang menjadi kekurangan dalam pembangunan BRT dapat disampaikan kepada kami,“ kata Bobby Nasution saat menerima Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto di Balai Kota Medan, Kamis (7/9/2023).

Didampingi Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, Bobby mengungkapkan, Pemko Medan berkomitmen penuh mendukung pembangunan BRT yang masuk dalam program Indonesia Mass Transit Project (Mastran) ini. “Kami ingin program ini berjalan dengan baik di Kota Medan,” ungkapnya.

Baca Juga  Zahran Auzan 'Putra Langkat' Raih Juara II Tahfiz 30 Juz Quran Tingkat Internasional

Menantu Presiden Joko Widodo ini juga menyampaikan, Pemko Medan saat ini terus mendorong masyarakat yang cederung menggunakan kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan angkutan umum. Terkait itu, bilangnya, Pemko Medan terus menambah fasilitas sehingga masyarakat semakin tertarik menggunakan angkutan umum.

Tidak itu saja, ungkap Bobby, Pemko Medan terus berkomitmen meningkatkan fasilitas-fasilitas maupun akses yang ada di sekitar terminal dan halte yang menjadi titik-titik penting bagi kegiatan masyarakat baik itu perekonomian, perkantoran maupun pemerintahan.

“Alhamdulillah, mulai terlihat peningkatan masyarakat menggunakan angkutan umum. Oleh karenanya peningkatan-peningkatan fasilitas ini akan terus kami kembangkan, termasuk akses-akses dan titik-titik parkirnya yang saat ini sedang dibangun di kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka,” paparnya seraya berharap agar pembangunan BRT dapat secepatnya dilakukan.

Sementara Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suharto mengungkapkan, pembangunan BRT baik menyangkut infrastruktur, jalur, depo maupun pendukung lainnya akan dilakukan lebih cepat seperti keinginan Menteri Perhubungan. “Alhamdulillah, komunikasi dengan Kota Medan cukup intens sehingga pembangunan BRT dapat dilakukan secepatnya,” ungkap Suhartono.

Baca Juga  Peringati HUT ke-77 Guru, Afandin: Guru Penentu Peradaban Bangsa

Salah satu percepatan pembangunan yang akan dilakukan, kata Suhartono, pengadaan infrastruktur terutama konstruksi yang semula akan dilakukan di Januari 2024 sudah dapat dikerjakan di triwulan akhir tahun 2023.

Selanjutnya mengenai masalah operasional, ungkap Suhartono, kebutuhan bus untuk Mebidang (Medan, Binjai dan Deliserdang) sebanyak 551 armada. Dikatakannya, BRT yang akan beroperasi di Mebidang nanti sama dengan di Jakarta. Mengenai koridor, ada 17 koridor yang akan dibangun. Dari jumlah itu, 15 merupakan murni kewenangan kota (Pemko Medan).

“Sesuai dengan regulasi yang ada yakni UU No 22 bahwa otoritas yang berada di wilayah kota menjadi kewenangan pemerintah kota, kawasan lintas menjadi kewenangan pemerintah provinsi serta kawasan pinggiran menjadi kewenangan pemerintah kota dan kabupaten. Kita harapkan ini secepatnya disepakati sehingga tidak terlalu lama untuk diselesaikan,” ujarnya.

Menyangkut masalah depo, kata Suhartono, sesuai dengan kebijakan yang dilakukan Walikota sudah ada beberapa depo yang akan dilakukan pembangunannya, termasuk di Amplas. Dikatakannya, Kemenhub akan membangun depo yang berada di aset milik pemerintah pusat. Maka sebelum pembangunan depo dilakukan, depo yang berada di aset milik pemerintah daerah akan ditarik dulu.

Baca Juga  Keluhan Warga Beguldah Binjai Soal Galian C, Direspon Forkopimda

“Secara administrasi kami ambil dulu, tapi setelah pembangunan depo selesai dilakukan, kami akan serahkan kembali kepada pemerintah daerah,” paparnya.

Sedangkan Kadishub Kota Medan Iswar mengungkapkan, pembangunan jalur untuk BRT disepakati akan dimulai bulan Februari atau Maret 2024. Selanjutnya menyangkut masalah kewenangan pembangunan koridor, dari 17 koridor yang akan dibangun, 15 koridor merupakan kewenangan Pemko Medan, sedangkan 2 koridor lagi kewenangan Provinsi Sumut.

“Menyangkut pengadaan bus berjumlah 551 unit, kebutuhan armada dalam kota sebanyak 468 unit. Dari jumlah 551 bus tersebut, 50 persennya merupakan bantuan bus listrik dari Kemenhub,” terang Iswar.(*)
Reporter: R Hamdani
Editor: Eddy S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us