AXIALNEWS.id – [dibaca: exsil nius] – Walikota Medan 2010-2015, Rahudman Harahap mendapat anugerah Tokoh Peduli Heritage oleh Museum Kota Cihna. Anugerah ini diberikan dalam Pesta Cagar Budaya Kota Cihna di Kawasan Kota Cihna, Kamis (16/3/2023).
Kepala Museum Kota Cihna yang juga merupakan sejarahwan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari, mengatakan kontribusi Rahudman Harahap (RH) sangat besar dalam pengembangan Kawasan Kota Cihna yang terletak di Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan.
Ichwan menyebutkan selama RH menjadi Walikota Medan, telah melakukan kunjungan ke Museum Kota Cihna, pengecoran jalan, pembuatan tembok Tepi Paloh serta merancang penyelamatan situss sejarah.

“Mudah-mudahan keberadaan Kota Cihna membawa manfaat bagi semua warga sekitarnya,” kata Ichwan.
Ichwan juga menceritakan peranan Edward Mckinnon peneliti dari Inggris yang sejak tahun 1970 melakukan eskavasi kawasan Kota Cihna. Di areal seluas 25 hektare, Kawasan Kota Cihna ini diklaim Ichwan sebagai kota terpadat di Asia Tenggara sekitar 1.000 tahun yang lalu. Maka itu, Museum Kota Cihna memberikan anugerah Tokoh Pelopor Penelitian Kota Cihna kepada Edward Mckinnon.
“Maka itu betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah dunia. Ini merupakan situs sejarah dunia. Terimakasih kepada Bapak Mckinnon yang telah melalukan penelitian disini lebih dari 50 tahun,” kata Ichwan lagi.

Sementara itu, Rahudman Harahap menyatakan terimakasih atas anugerah sebagai tokoh peduli heritage yang diberikan Museum Kota Cihna oleh Edward Mackinnon.
Rahudman menyebutkan perlunya konsep dan perencanaan Kawasan Kota Cihna yang disesuaikan dengan tata ruang Kota Medan. Selain itu, Rahudman menegaskan harus ada pelibatan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Kawasan Kota Cihna.
“Selain itu saya mengapresiasi ketekunan para peneliti yang seperti Pak Edward Mckinnon yang telah memberikan kontribusi besar bagi sejarah di Kota Medan,” kata Rahudman.
Sebagai informasi Museum Kota China pada bulan Februari 2023 sudah ditetapkan Pemerintah Kota Medan sebagai
cagar budaya dengan nomor registrasi 15/CB/SR/2022.(*)
Reporter: M Alzi S
Editor: Fakhrur Rozi