AXIALNEWS.id | Seperti yang sudah kita ketahui bahwa di Indonesia sendiri hanya mempunyai dua musim saja, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Memasuki musim hujan, banyak orang mulai merasa resah dan was-was akan datangnya hujan.
Sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi mendengar definisi dari hujan. Hujan merupakan sebuah proses penguapan yang terjadi di permukaan bumi dari wilayah perairan, tumbuhan, atau daratan.
Proses terjadinya hujan berhubungan dengan siklus air atau siklus hidrologi. Siklus tersebut akan menyebabkan air turun dari atmosfer ke permukaan bumi. Proses terjadinya hujan berdasarkan penjelasan di Jurnal Penelitian Sains, proses turunnya hujan karena adanya presipitasi uap air dari awan di atmosfer.
Presipitasi yaitu proses mencairnya awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada proses inilah hujan terjadi, butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi. Awan tersebut kemudian membentuk uap air. Angin membawa uap air sehingga menyebabkan terjadinya penyebaran uap tersebut.
Berdasarkan penjelasan diatas, ada beberapa fakta menarik seputar hujan. Dikutip dari artikel detikinet berikut fakta menarik tersebut:
1. Bau hujan yang sangat khas
Meskipun pada umumnya air tidak memiliki bau, tetapi hujan memiliki aroma yang khas pada saat pertama kali hujan turun. Aroma ini, menurut EarthSky.org, berasal dari kelembapan tanah. Aroma hujan dikenal dengan sebutan petrichor, sebuah istilah yang diciptakan oleh ilmuwan Australia pada tahun 1964.
Actinobacteria atau mikroorganisme kecil yang dapat ditemukan di daerah pedesaan dan perkotaan, serta di lingkungan laut, merupakan penyumbang utama aroma petrichor. Mereka menguraikan bahan organik yang mati atau membusuk menjadi senyawa kimia sederhana. Produk sampingan dari aktivitas mereka adalah geosmin, senyawa organik yang berkontribusi terhadap aroma hujan.
Partikel kecil yang disebut aerosol dikeluarkan saat tetesan hujan menghantam permukaan, dan geosmin yang mungkin ada di tanah atau larut dalam tetesan hujan kemudian dilepaskan dalam bentuk aerosol, sehingga hidung kita mampu menangkap aroma petrichor yang ada di aerosol tersebut.
2. Bentuk tetesan air hujan
Tetesan air hujan sebenarnya tidak berbentuk seperti tetesan air mata seperti yang kerap digambarkan selama ini. Menurut US Geology Survey (USGS) tetesan air hujan yang paling umum berbentuk seperti roti hamburger. Tetesan hujan kecil (radius kurang dari 1 milimeter) berbentuk bulat, yang lebih besar memiliki bentuk yang lebih mirip roti hamburger.
Ketika tetesan tersebut menjadi lebih besar dari radius sekitar 4,5 milimeter, maka dengan cepat terdistorsi menjadi bentuk seperti parasut dengan tabung air di sekitar pangkalannya, kemudian tetesan tersebut pecah menjadi tetesan yang lebih kecil.
3. Berat tetesan hujan
Istilah hujan deras, tentu tidak merujuk pada beratnya. Tetesan hujan rata-rata beratnya hanya 0,034 gram, menurut departemen fisika di Union University di Tennessee. Sebagai gambaran, berat itu kira-kira sedikit lebih ringan dan bobot sehelai bulu mata. (*)
Editor: Nur Adilasari