Reza juga menyatakan banyak menampung aspirasi dari masyarakat tentang dampak kenaikan harga BBM. Nelayan yang tidak mampu lagi membeli BBM dengan kenaikan harga saat ini. Tukang becak juga resah dan merasakan dampak negatifnya.
“Kami akan sepakat atas dampak dari kenaikan harga BBM disaluran bantuan berupa sembako oleh pemerintah kepada masyarakat Langkat,” cetusnya.
Menanggapi itu Hermansyah mengatakan Pemkab Langkat akan segera melaksanakan rapat terkait anggaran yang akan disalurkan kepada masyarakat yang berdampak dari kenaikan harga BBM.
Nantinya ada kriteria dan dilakukan pendataan masyarakat yang berhak mendapat subsidi.
Dampak dari inflasi terhadap kenaikan harga-harga pada saat ini, Hermansyah menghimbau masyarakat untuk bisa menanam kebutuhan pokok.
Soal mafia penimbun BBM, kata Hermansyah Pemkab Langkat telah membentuk Satgas yang bekerjasama dengan Polres Langkat.

Menambahkan, Kadis Sosial Langkat Taufik Rieza SSTP MAP bahwa dari dampak kenaikan harga BBM saat ini pemerintah pusat memberikan bantuan kepada masyarakat yang perkonomiannya rendah.
Pihak PT Pos sudah menyalurkan bantuan berbentuk sembako kepada 68 ribu masyarakat Langkat. Dilaksanakan dari Juli, Agustus dan September 2022.
Nantinya juga akan ada penambahan bantuan kepada masyarakat penerima BLT dan PKH di Langkat.
Hadir Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK, Kadis Perindag H Sukhyar Mulyamin SSos MSi, Kasat Intel AKP M Syarif Ginting SH, Kabag Perekonomian N Putra MSi, Plt Kasat Pol PP D Putra Singarimbun SSTP.
Ketua Kopri PK PMII STJM Cici Harianti, Wakil Ketua PK PMII S Hidayatullah, Ketua Rayon Ekonomi Syariah PK PMII Rizky Pratama berserta sejumlah anggota PMII Langkat. (*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: MD Sinulingga