AXIALNEWS.id | Dilaksanakan dengan upacara sederhana, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berhasil diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 bertepatan 8 Ramadan 1364 Hijriah pukul 10.00 WIB, di depan rumah Ir Soekarno Jalan Penggagasan Timur No 56 Jakarta (Proklamasi No 5, Jakarta Pusat).
Demikian isi pidato Plt Bupati Langkat Syah Afandin saat memimpin upacara peringatan HUT ke-78 RI di lapangan upacara SMK Negeri 1 Stabat, Kamis (17/8/2023).
Ondim sapaan akrabnya menyampaikan isi pidatonya, bahwa 78 tahun silam Dr Ir H Soekarno (Bung Karno) dan Dr Drs H Mohammad Hatta (Bung Hatta) dengan dukungan kaum muda gagah berani dan siap menghadapi segala resiko dengan segala keterbatasan dan keuangan yang dimiliki saat itu, akhirnya mereka memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Proklamasi tersebut berhasil membangkitkan semangat Bangsa Indonesia menyalurkan semangat anak bangsa, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, bangsa yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lainnya.
Peran generasi muda yang kala itu dipelopori antara lain oleh Muhammad Syahrir, Chaerul Saleh dan Sukardi. Merekalah generasi-generasi muda Indonesia yang berhasil mengetahui jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki Jepang. Melalui radio bawah tanah para gerilyawan Indonesia.
“Peristiwa Rengasdengklok merupakan bukti keseriusan kaum muda dalam mempersiapkan kemerdekaan bangsa memperjuangkan harga diri negerinya,” ungkap Ondim.

Setelah melalui perdebatan yang cukup menguras pemikiran akhirnya tercapailah kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dilakukan pada 17 Agustus 1945 bertepatan tanggal 8 Ramadan 1364 Hijriah, di Jalan Penggagasan Timur No 56 Jakarta.
Proklamasi itu sendiri berlangsung dalam sebuah upacara yang sederhana dalam kondisi bulan puasa menggunakan kain hasil jahitan tangan Ibu Fatmawati, berkibarlah sang merah putih (bendera pusaka) dengan gagahnya.
Sesuai dengan tema peringatan Kemerdekaan RI 2023 adalah “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju” Afandin mengingatkan kaum muda bahwa kemerdekaan bangsa ini diraih karena perjuangan bersama tidak ada yang merasa hebat satu dengan yang lainnya semuanya menjadi ikatan yang kuat dalam kalimat “MERDEKA ATAU MATI”.
“Mudah-mudahan kalian anak-anak kami para generasi bangsa akan menjadi pionir kemajuan bagi daerah ini, terlebih-lebih pionir kemajuan bagi bangsa Indonesia pada waktunya kelak,” harapnya.
Terakhir, orang nomor satu di negeri bertuah ini menyampaikan pesan Bapak Proklamator (Bung Karno) bagi kaum muda bangsa Indonesia.
Berikut pesan heroik Bung Karno:
Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia, sebab kita adalah bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan itu diembel-embelin dengan syarat ini syarat itu, lebih baik makan gaplek tetapi merdeka dari pada makan bistik tapi budak.(*)
Reporter: Ajeni S
Editor: Fakhrur Rozi