Laporan WHO Bagi Perlindungan Lansia
Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menyoroti laporan WHO yang menyebutkan pentingnya perlindungan lebih bagi Lansia, kelompok rentan, dan warga yang belum divaksin dari ancaman varian Omicron. Sebab meski Omicron memiliki gejala yang ringan, namun berpotensi berdampak fatal bagi kelompok-kelompok tersebut. Oleh karenanya, kata Puan, percepatan vaksinasi harus digalakkan.

“Apalagi vaksinasi lengkap untuk lansia belum optimal. Sementara kelompok lansia kita ketahui menyumbang hampir setengah dari total kematian COVID-19 di Indonesia. Pemerintah harus berupaya lebih agar pencapaian target vaksinasi lansia dapat tercapai,” terangnya.
Hal tersebut penting mengingat vaksin tidak bisa langsung bekerja setelah disuntikkan, atau memerlukan waktu untuk kekebalan penerima vaksin bisa terbentuk. Sementara Pemerintah memprediksi puncak kasus Omicron akan terjadi pada Februari mendatang.
“Pemberian vaksinasi dosis I dan II bagi lansia harus menjadi perhatian. Dan untuk masyarakat, segera ajak keluarganya yang lanjut usia untuk disuntik vaksin apabila belum mendapatkannya. Ini penting agar ibu-bapak dan kakek-nenek kita lebih terjamin keselamatannya dari bahaya COVID-19,” tutup Puan.(*)