AXIALNEWS.id – [dibaca: eksil nius] – Revitalisasi Lapangan Merdeka dimaksud Walikota Medan Bobby Nasution untuk mengembalikan fungsi lapangan seperti pada zaman Belanda bernama De Esplanade, ruang terbuka hijau dan cagar budaya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo secara resmi mencanangkan revitalisasi Lapangan Merdeka pada 7 Juli 2022, ditandai peletakan batu pertama, pengerjaan fisiknya pun dimulai.
Lapangan bersejarah ini nantinya akan dilengkapi dengan basement untuk parkir, galeri hall, ruang VIP, lobby dan beberapa ruangan sebagai fasilitas umum, toko tempat berusaha, bioskop dan mushola. Di permukaan lapangannya akan ada lapangan upacara, panggung rakyat, jogging track, tempat bermain anak-anak, area bermain sepatu roda, taman, dan Tugu Proklamasi. Jadi masyarakat dapat merasakan banyak manfaat dari revitalisasi yang dilakukan tersebut.
Di tahap pertama pembangunan pada tahun 2022, pekerjaan meliputi pemasangan bor pile sebanyak 1.800 lebih dan penggalian untuk bangunan basement. Sedangkan di tahun 2023, pembangunan seluruh konstruksi dan dilanjutkan pekerjaan arsitektur dan lanskap. Ditargetkan, revitalisasi Lapangan Merdeka selesai semester pertama di tahun 2024.
Saat ini proses revitalisasi dalam proses tender tahap kedua. Jika proses tender yang berlangsung 10 Februari 2023 berjalan lancar, maka ditargetkan penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada 27 Maret 2023.
“Jika proses tender lancar, insya Allah akan kita lakukan penandatanganan kontrak pada 27 Maret 2023,” kata Kadis Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan Endar Sutan Lubis saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin, Senin (13/2/2023).
Ditambahkan Endar, pengerjaan tahap kedua dilakukan secara multiyears bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2023 dan 2024. “Sesuai dengan jadwal, pekerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka ini kita targetkan selesai November 2024,” harap Endar.

Walikota Medan Bobby Nasution berharap revitalisasi yang dilakukan menciptakan kembali Lapangan Merdeka menjadi ruang publik sebagai tempat perjumpaan dan ruang interaksi antarwarga kota. Dirinya mengharapkan dukungan penuh seluruh warga agar revitalisasi dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf karena proses revitalisasi yang dilakukan memberikan dampak kepada masyarakat. “Kita tahu, selama proses pembangunan, pasti memberikan efek kepada masyarakat. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Insya Allah selesai pembangunan, masyarakat dapat merasakan manfaat revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan,” kata Bobby.
Dosen Administrasi Publik Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Drs Bahrum Jamil MAP mendukung revitalisasi Lapangan Merdeka. Ia menilai, revitalisasi langkah yang sangat tepat. Di tahun 2024, ungkapnya, akan ada sebuah lapangan di Kota Medan yang memiliki fasilitas lengkap seperti di luar negeri diantaranya basement untuk parkir, galeri hall, ruang VIP, lobby dan beberapa ruangan sebagai fasilitas umum, toko tempat berusaha, bioskop dan mushola.
“Mudah-mudahan tahun 2024 bisa terwujud. Langkah ini sebuah terobosan besar untuk bisa melengkapi gelar dan statusnya Medan jadi kota metropolitan dan ini fasilitas kelas bintang lima. Saya sangat apresiasi dengan rencana ini. Mudah-mudahan bisa terwujud dengan tepat waktu,” kata Bahrum.
Selanjutnya, Bahrum berharap agar Pemko Medan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait perkembangan revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan setiap per semester, sehingga masyarakat mengetahui progress pembangunan lapangan yang akan memiliki fasilitas bintang lima tersebut.(*)
Reporter: R Hamdani
Editor: Eddy S