Melanjutkan sambutannya, Teguh berharap, kehadiran RHC akan memberikan manfaat agar Medan lebih baik lagi di masa mendatang.
Diakhir sambutan, Teguh mengajak semua hadirin menyanyikan Mars Kota Medan yang terkenal pada masanya.
“Medan kota yang tercinta, kota kita berbakti. Tempat bermukim berbagai bangsa, hidup tentram saling menghormati. Serba ragam corak budaya, menjadi kenangan para pengunjungnya. Kota pejuang, kota pahlawan, hidup Medan tidak terlupakan,” demikian syair mars itu.
Kiprah Rahudman memimpin pembangunan Medan sempat terganggu karena dirinya dikaitkan dengan kasus alih fungsi lahan milik PT KAI.

Rahudman sempat dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun oleh MA tahun 2016.
Namun Rahudman memenangkan kasus ini melalui Pengajuan Kembali (PK) di MA. Di bulan Mei 2021, MA membebaskan Rahudman dari semua dakwaan.
Kehadiran Rahudman Harahap Center hampir setahun setelah Rahudman meninggalkan LP Tanjung Gusta dapat dipandang sebagai upaya Rahudman kembali ke gelanggang politik.
Dalam peluncuran RHC, pria berusia 63 tahun ini tidak menegaskan pilihan-pilihan politik yang ada di depannya.
“Saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat dan bangsa. Dimanapun,” katanya berteka-teki. (*)