AXIALNEWS.id – [dibaca: eksil nius] – Plt Bupati Langkat Syah Afandin menerima audensi Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, di Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/3/2023).
Direktur Pelaksana Yayasan BITRA Indonesia, Rusdiana menyampaikan audiensi bertujuan mengudang Plt Bupati Langkat untuk hadir dan membuka giat Yayasan BITRA Indonesia yaitu “Saresehan ke-35 dan Expo”, di Taman Kolam Renang Alam Sibayak, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat pada 7 – 8 Maret 2023.
“Giat ini bertema, Pangan Ramah Iklim untuk Kehidupan yang Berkelanjutan,” sebutnya.
Ditaksir, ungkap Rusdiana, ada sekitar 130 peserta hadir dari unsur petani, kaum perempuan, pengobat tradisional, pekerja rumahan, dan masyarakat miskin.
“Kami sangat berharap Plt Bupati Langkat hadir. Selain untuk membuka, juga menjadi narasumber dengan materi, Kebijakan untuk Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Langkat,” pintahnya.
Rusdiana juga menjelaskan, bahwa Yayasan BITRA Indonesia terus melakukan berbagai upaya meningkatkan pangan organik daya lenting masyarakat mitigasi, dari dampak perubahan iklim. Saat ini di pedesaan terhitung 500 kelompok mitra BITARA, mereka terdiri dari dampingan lama maupun baru, berada di 10 kabupaten kota di Sumut.
“Ini menunjukkan BITRA terus berkomitmen mengembangkan isu kemandirian dan berkelanjutan inisiatif, untuk pangan sehat dan perubahan iklim masyarakat pedesaan, yang dipahami dan dilakukan oleh kelompok masyarakat dampingan di pedesaan,” urainya.
Plt Bupati Langkat mengucapkan terima kasih atas undangannya, serta mengapresiasi pelaksanaan saresehan ke-35 dan Expo. “Semoga giat ini dapat memberikan edukasi tentang pangan ramah iklim untuk kehidupan yang berkelanjutan.
“Tentunya ini sangat membantu sekali dan bermanfaat bagi masyarakat Langkat, karena dampak dari perubahan iklim di pedesaan,” yakinnya.
Harapannya semoga Yayasan BITRA Indonesia terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah memberikan edukasi dan inovasi bagi masyarakat sehingga maju dan sejahtera.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi