AXIALNEWS.id | Sebagian orang mengabadikan setiap momen salah satu cara menghargai diri sendiri dan mengenang waktu yang sudah dilewati. Bagi mereka mengekspresikan rasa senang, foto selfie dan menggunggahnya di media sosial salah satu cara yang dilakukan.
Namun, beberapa psikolog menyatakan foto selfie dapat menyebabkan gangguan mental pada seseorang. Hal ini terkait kondisi kesehatan mental yang berfokus pada obsesi seseorang dengan penampilan.
Perilaku kecanduan foto selfie berkaitan dengan media sosial, dimana orang-orang melakukan foto selfie lalu mengugahnya di media sosial untuk mendapatkan perhatian dan rasa ingin dihargai.
Selfitis adalah istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang yang kecanduan foto selfie dan mengunggah ke akun media sosialnya. Kondisi ini bukan termasuk gangguan mental, melainkan bentuk perilaku narsisme yang bisa berkembang menjadi penyakit mental jika tidak disikapi dengan baik.
Para ahli menjelaskan gadget dan media sosial menyebabkan kecanduan foto selfie yang dapat berdampak negatif jika terlalu berlebihan. Beberapa ahli dan dokter merasa foto selfie telah dikaitkan dengan narsisme dan mental ingin menyombongkan sesuatu.
Namun, tentu saja, manusia adalah makhluk sosial yang telah lama didorong oleh kebutuhan untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan. Psikolog mengatakan dampak foto selfie dapat menyebabkan penyakit mental, termasuk gangguan dismorfik tubuh, yang memiliki tingkat rasa ingin bunuh diri yang sangat tinggi.
Tanpa mereka sadari kecanduan foto selfie menyebabkan prilaku selfitis yang dapat menyebabkan risiko gangguan jiwa. Kecanduan yang berlebihan memang banyak menimbulkan dampak negatif, banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa mereka sudah termasuk ke dalam perilaku selfitis yang membandingkan dirinya dengan orang lain.
Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan insecure yang berlebihan dan masuk ketahap gangguan jiwa lainnya seperti stress dan depresi.(*)
Sumber: MetaraNews
Editor: Nur Adilasari