Siswa SMAN 1 Pangkalansusu Ikuti Pelatihan Jurnalistik, Ini Tujuannya

Siswa SMAN 1 Pangkalansusu tengah mengikuti pelatihan jurnalistik. (Joko)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | SMA Negeri 1 Pangkalansusu menggelar pelatihan jurnalistik di aula sekolah, beralamat di Jalan Pangkalan Brandan, Km 100 Paya Tampak, Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Senin (19/6/2023). Tujuannya agar para siswanya mampu membedakan mana informasi yang benar dan salah.

Sebab di era yang semakin maju, penyebaran informasi semakin berkembang pesat. Jadi baik siswa maupun masyarakat harus aktif mengakses informasi dari media atau portal berita yang layak dipercaya.

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema “Mencetak Jurnalistik Millenial Kreatif dan Inovatif” diikuti sekitar 60 siswa siswi yang berasal dari perwakilan organisasi yang ada di SMA Negeri 1 Pangkalansusu.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalansusu, Agus Salim SPd MMA menjelaskan tujuan digelarnya pelatihan jurnalistik guna memberikan pemahaman tentang informasi antara yang benar dan bohong (hoax) kepada pelajar.

Baca Juga  Pendidikan Dikmaba TNI AD & Diktuba Polri Resmi Ditutup

“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus OSIS dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK). Tjuannya untuk lebih mengenalkan pendalaman tentang dunia jurnalistik bagi peserta anak didik dan sekaligus mengenal berita hoax,” ungkap Agus Salim.

Melalui pelatihan jurnalistik ini, Agus Salim juga berharap kepada siswanya nantinya dapat memanfaatkan website milik sekolah. “Kita tentunya berharap pelatihan bermanfaat buat mereka, agar mereka faham informasi yang benar atau yang salah, sekaligus bisa menulis dengan benar sesuai rambu rambu,” ujarnya.

Agus Salim menegaskan jika pelatihan jurnalistik ini salah satu agenda ataupun program dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar dari Sekolah Penggerak SMAN 1 Pangkalansusu yang berbasis kurikulum merdeka. “Program ini merupakan program OSIS yang berbiaya dari BOS,” ungkap Agus.

Baca Juga  17 Kafilah Langkat Ikuti STQ Sumut, Ondim Janjikan Bonus ke Peraih Juara

Ditempat sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Langkat, Darwis Sinulingga, yang dipercaya sebagai narasumber dalam kegiatan menjelaskan, untuk melakukan penulisan berita, maka seorang jurnalis harus memahami kode etik jurnalistik, sehingga berita yang dibuat tidak menjadi pemberitaan hoax.

“Wartawan haram membuat berita bohong, karena hal itu melanggar kode etik,” ungkap Darwis, sembari mengatakan dalam menjalan tugas, wartawan dilindungi UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Darwis juga menyebutkan, sebuah tulisan yang dihasilkan oleh seorang Jurnalis harus memenuhi persyaratan. “Seperti memenuhi unsur 5W+1H. Kalau unsur itu tidak terpenuhi, maka tulisan itu bukan produk jurnalistik,” ungkapnya didampingi pengurus PWI Langkat, Abdul Malik Ariadi.

Baca Juga  UMKM Binaan Pemko Medan Tembus Pasar Global, 300 Kg Sambal Gerilya Dikirim ke Belanda

Diakhir penyampaiannya, Darwis berharap kepada para siswa yang mengikuti pelatihan, kedepannya dapat menjadi seorang jurnalistik yang profesional serta mengedepankan kode etik dalam melaksanakan tugasnya.

Ucapan terima kasih disampaikan Ketua OSIS SMAN 1 Pangkalansusu, Andi. Dirinya menyebutkan, pelatihan menambah ilmu pengetahuan ia dan temannya, khususnya di bidang jurnalistik.

“Pelatihan ini tentunya memberikan pengetahuan khusus kepada kami tentang pentingnya ilmu jurnalistik dan pentingnya peran wartawan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tukasnya.(*)
Reporter: Joko
Editor: R Hamdani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us