AXIALNEWS.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) komitmen pastikan pemenuhan pangan seluruh penerima manfaat secara berkelanjutan sesuai ketentuan yang ditetapkan mekanisme program.
Hal itu disampaikan Kepala SPPG, Singlar Pantai Gemi, Alvin Prabowo saat bertemu di Dapur Singlar Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Rabu (30/12/2025).
“Kami berpikir anggaran yang sudah di kucurkan ditahun ini maka akan dihabis kan untuk tahun ini juga,” ungkapnya.
Alvin menjelaskan sejalan dengan ini maka pada periode hari libur, SPPG Singlar Pantai Gemi menyalurkan paket makanan kering yang diperuntukkan untuk konsumsi selama 7 (tujuh) hari terhitung mulai tanggal 22,23,24,27,29,30,31 Desember 2025.
Namun Alvin menyebut pelaksanaan distribusi kali ini, SPPG menghadapi kendala berupa kelangkaan ketersediaan buah dan susu di pasaran. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan pemenuhan paket secara lengkap dalam satu waktu.
“Karena itu, pada tanggal 22 Desember pengantaran awal SPPG hanya dapat menyalurkan paket makanan kering untuk tahap pertama dan tahap kedua 29 Desember. Ini disebabkan ketersediaan bahan pokok yang sedang langka pada saat itu,” jelasnya.
SPPG menegaskan bahwa keterlambatan pengiriman sebagian paket tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian atau pengurangan hak penerima manfaat.
Tetapi, murni karena faktor ketersediaan bahan pangan yang berada di luar kendali langsung pelaksana. SPPG tetap mengutamakan kualitas, keamanan, dan kelayakan pangan yang disalurkan sesuai dengan standar Program MBG.
“Kami paham apa yang sedang terjadi dilapangan beberapa waktu ini, tapi kami rasa ini sesuatu yang wajar,” sebutnya.
“Ya ini tugas kami selaku SPPG untuk memberikan penyampaian dan edukasi terhadap siswa, guru, dan para orang tua murid kenapa terjadi hal yang demikian,” imbuhnya.
Tambah, Alvi, ada beberapa SPPG yang melakukan pengantaran selama 12 hari, kami rasa ini sedikit keliru karena dalam juknis juga tidak tertera pengantaran Paket MBG sampai 12 hari. Hal ini yang membuat masyarakat kita bergejolak seolah menu yang diberikan berbeda.
“Ya jelas saja berbeda Paket 12 hari dibandingkan kami yang mengantar kan Paket 7 hari, Begitu Logikanya,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggungjawab dan komitmen terhadap pemenuhan kebutuhan penerima manfaat, SPPG kemudian melakukan pengiriman lanjutan untuk melengkapi kekurangan tersebut.
Paket makanan kering untuk melengkapi Paket 7 hari sisanya telah dikirimkan pada Senin (29/12) dan telah diterima, sehingga total distribusi paket makanan kering selama 7 hari tetap terpenuhi secara utuh.
Alvi juga memaparkan meskipun proses distribusi dilakukan dalam dua tahap, seluruh penerima manfaat tetap menerima haknya sesuai ketentuan Program MBG.
SPPG terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi kendala serupa di masa mendatang serta memastikan distribusi program berjalan secara optimal, transparan, dan berkesinambungan.
Salah satu masyarakat yang tinggal di Singlar Pantai Gemi saat dimintai keterangan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SPPG karena pada saat libur sekolah anak-anak juga mendapatkan paket MBG selama libur.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani gizi anak-anak kita,” ungkap warga lokal.
SPPG mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan semua pihak, serta menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi keberhasilan Program MBG.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani