AXIALNEWS.id | Hikmad dan meriah, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dihadiri 3.000 umat (masyarakat).
Plt Bupati Langkat Syah Afandin turut hadiri Maulid Nabi 1445 Hijriah tersebut, di Tanah Lapang Dusun B VII Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Minggu (22/10/2023).
Maulid ini bertema “Teladani Akhlak Rasulullah Demi Terwujudnya Masyarakat yang Religius”.
Plt Bupati Langkat menyampaikan apresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan yang bertujuan meneladani figur junjungan alam Rasulullah SAW.

“Mari untuk selalu bersholawat, karena bersholawat merupakan perintah Allah SWT dan Allah juga mengerjakannya. Dari sini juga kita harus menyadari tahun lalu mungkin bisa kita hitung berapa kali kita melakukan sholawat dalam setahun. Ayo selalu memegang teguh dan menjalankan perintah Allah dan Hadis Rasul-Nya,” ajaknya.
Ia juga mengajak semua pihak mendoakan saudara-saudara sesama muslim di Palestina, agar selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT, dan tetap memegang teguh kaidah keyakinan mereka.

“Jangankan umat muslim, agama lain yang ada di dunia juga mengutuk Israel (Zionis) dengan tindakan yang mereka perbuat kepada Palestina, yang secara berutal membombardir rumah sakit sehingga menewaskan 500 orang lebih,” tandasnya.
Sebentar lagi melaksanakan Pemilu 2024, Afandin pun menghimbau agar masyarakat ikut menjaga kekondusifan didaerah masing-masing.
Selanjutnya Plt Bupati Langkat mendapatkan balai serta menandatangani prasasti peresmian Lapangan Sepak Bola Perstala FC Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu (HGU PTPN II /PT LNK Tanjung Beringin).

Turut hadir Anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husin. Ia merasa sedih dengan kondisi yang menimpa rakyat di Palestina. Dirinya pun berpendapat, kenapa anak-anak ditembak? karena agar tidak ada lagi generasi Palestina.
Sementara melihat data-data penduduk di Indonesia, di setiap kelurahan/desa jumlah anak remaja jauh lebih banyak daripada orang tua, bahkan bisa dua – tiga kali lipat jumlah anak-anak remaja dibandingkan orang tua.

Tapi ketika di lihat jumlah remaja dan orang tua yang ke masjid, lebih banyak orang tua daripada anak-anak muda. Ini jangan anggap enteng (sepele) ini bahaya bagi masa depan agama.
“Maka saya berpesan kepada para orang tua agar mendorong anak-anaknya untuk mau ke masjid setiap waktu, apalagi Jumat. Dan saya harap pihak BKM Masjid jangan membatasi anak-anak untuk datang ke masjid dan buat kegiatan-kegiatan untuk anak-anak remaja demi mempertahankan agama kita,” pesannya.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi