Malam Warga Minta Dievakuasi, Kalak BPBD Langkat Sarungan Nongkrong di Warkop Agam
Akhirnya, sejumlah warga setempat memberanikan diri melakukan evakuasi mandiri setelah mendapatkan perahu kecil yang biasa digunakan untuk memancing.
Akhirnya, sejumlah warga setempat memberanikan diri melakukan evakuasi mandiri setelah mendapatkan perahu kecil yang biasa digunakan untuk memancing.
Kabar beredar, logistik hasil jarahan diduga untuk dijual dengan harga lebih mahal dua kali lipat dari normalnya.
Ribuan rumah dan fasilitas umum masih terendam dengan ketinggian air antara 50–200 cm, mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
"Artinya pemerintah Kabupaten Langkat ini masih bisa mengatasi kondisi yang tadi diberitakan ada banjir di wilayahnya tersebut," ungkap Suharyanto.
Kabupaten Langkat secara hukum sudah memenuhi syarat penetapan Status Tanggap Darurat berdasarkan Perka BNPB 7/2018.
Disinggung soal air bersih, dua hari belakang masih tersedia. Namun pada hari ini tidak ada.
Selain memberikan bantuan paket sembako, Golkar Sumut beserta pengurus AMPG Sumut dan Langkat turut melakukan evakuasi korban banjir Tanjung Pura.
"Bantuan dari pemerintah enggak ada turun. Jadi jangan salahkan masyarakat. Duit sudah enggak laku. Ini kondisi terbaru ya, Alfamart. Alfamart Jalan Sudirman. Ya, habis," sambungnya.
Pihaknya juga masih terus menerima laporan warga yang belum mendapatkan pertolongan sembari menunggu surutnya air banjir di Tanjung Pura.
Diduga aksi nekat tersebut, dipicu kelaparan warga lantaran penyaluran logistik makanan tidak kunjung datang ditengah musibah banjir parah di Tanjung Pura.