Warga Diharapkan Faham Bahaya TBC, Ini Data RS Pengobatan Gratis di Langkat

Pertemuan YMMA Langkat dengan Multi Sektor bahas perkembangan eliminasi TBC. (Apri S)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id[dibaca: eksil nius] – Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Kabupaten Langkat gelar pertemuan bersama Multi Sektor bahas perkembangan eliminasi TBC di Kabupaten Langkat, Kamis (9/2/2023) di Uncle Six Caffe, Stabat.

Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri, berpotensi serius pada kesehatan terutama mempengaruhi paru-paru. Bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Meski TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Perwakilan YMMA Pusat, Sri Maharani Arviani menyatakan perlu edukasi sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan TBC. Dirinya berharap masyarakat faham bahaya TBC yang menular. TBC menular melalui udara dengan tanda-tanda gejala batuk selama 2 minggu, kemudian berat badan menurun, berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan, nafsu makannya berkurang. “Itu merupakan salah satu gejala TBC yang harus kita ketahui bersama,” ucapnya.

Sri Maharani pun mengajak mensosialisasikan TBC ini kepada masyarakat melalui jargonnya TOSS (temukan obati sampai sembuh). Ia berharap semua masyarakat bisa mengerti penyakit ini bisa sembuh, dan siapa saja juga bisa terkena. “Apabila mengalami sakit TBC silahkan datang ke layanan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit, dan dokter praktek mandiri (DPM). Pengobatannya gratis bisa menghubungi YMMA Langkat di Jln Sederhana Lingkungan 4 Kelurahan Kwala Bingai, Stabat,” jelasnya.

Baca Juga  Lindas Kepala Pengendara BK 4552 AHQ, Bus Medan Jaya Ini Pakai Supir 'Tembak'
Baca Juga  Binjai Pengidap TBC Tertinggi 4 di Sumut

Berikut daftar rumah sakit, klinik dan DPM yang telah melakukan MoU dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan TBC. RS Umum Delia, RS Umum Putri Bidadari, RS Umum Mahkota Bidadari, RS Umum Wampu Norita, RS PTPN II, Klinik Doa Ibu, Klinik Mitra ND, Klinik Pratama Dahlia, dan Klinik Adhisma Husada.

Harapannya melalui kerjasama semua pihak, adanya peningkatan Standard Pelayanan Minimum (SPM) dan Eliminasi TBC 2030, minimal di atas 85 persen.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Langkat, dr Azhar Zulkifli menjelaskan jumlah penduduk di Langkat sebanyak 1.064.230 orang. Dari data laporan tahun 2022 ditemukan 1.773 kasus TBC dari Estimasi jumlah kasus 4.452, dan TBC Resisten Obat 17 kasus, jumlah terduga TBC yang diperiksa dahaknya sebanyak 11.557 orang dari target 13.105 orang, atau capaian SPM mencapai 88,2 persen.

Sementara, kata dr Azhar, data yang di dapat Komunitas dari YMMA Langkat untuk investigasi kontak dan sudah dilakukan skrining TBC pada tahun 2020 sebanyak 8.916 orang, tahun 2021 ada 5.217 orang, dan tahun 2022 ada 10.086 orang.

Baca Juga  Kades Terpilih di Sei Bingai Gelar Syukuran, Afandin Ingatkan Ini

“Kegiatan investigasi kontak ini dilakukan oleh para kader TB YMMA Langkat yang tersebar,” sebutnya.(*)

Reporter: Apri S
Editor: M Surbakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us