AXIALNEWS.id –[dibaca: eksil nius]– Filosofi dari negeri China, mereka menyebutnya adalah WEIJI yang berarti krisis.
Jika dipisahkan menjadi WEI dan JI, akan memberikan makna yang berbeda.
WEI berati bahaya atau bencana, sedangkan JI berarti peluang.
Sementara menurut kamus webster’s Ninth New Collegiate Dictionary didefinisikan sebagai kesempatan.
Jika WEIJI tersusun atas dua (2) kompenen WEI dan JI, maka maknanya menjadi krisis atau bahaya yang terjadi pada diri kita.
Namun bahaya atau bencana itu jika disikapi secara positif dan tidak berputus asa, maka akan ada kesempatan atau peluang besar yang kita dapatkan dibalik bencana ini.
Sedangkan di Indonesia sendiri, sosok patriot wanita yakni Ibu Kartini tegas menyatakan “habis gelap terbitlah terang”. Pesan ini harus selalu kita ingat.
Saat dunia serasa berduka, menderita dan menjadi korban akibat penyebaran pandemi covid19. Kita tidak boleh patah arang.
Diakui beberapa tahun terakhir negara negara di Eropa seperti Spanyol, Yunani dan Portugal dihadapkan pada masa kirisis.
Demikian juga dengan kondisi ekonomi Amerika tiga tahun terakhir yang mengalami keterpurukan. Sama negeri tirai bambu (China) menduduki peringkat kedua sebagai raksasa ekonomi dunia, harus lumpuh karena wabah covid19.

Begitu juga dengan kondisi dalam negeri sendiri (Indonesia) ikut mengalami krisis. Belum lagi akibat PHK kerja yang dialami oleh saudara saudara kita.
Sehingga kita namakan ini adalah sebuah bencana (WEI).
Lantas, pantaskah kita harus pasrah ? Mari kita flashback ke masa lalu.
Virus corona sampai hari ini belum menjadi virus yang membunuh dengan jumlah terbanyak. Masih banyak hal lainnya seperti SARS pada tahun 2003 dengan angka kematian 9 persen. Lalu MERS pada tahun 2012 dengan angka kematian 34 persen. Bahkan Ebola lebih banyak berjatuhan korban mencapai 50 persen pada tahun 1976.
Semua itu telah dilalui. Bahkan perang perang yang membuat dunia berubah pun juga telah berlalu, yaitu perang dunia I (satu) dan perang dunia ke II (dua).
Saya tegas itu semua tidak boleh membuat kita pasrah ?
Alquran dalam surah Al Insyirah ayat 5 dan 6 jelas menyatakan, “Sesungguhnya dimana ada kesulitan disitu ada kelapangan, sesungguhnya disamping kesulitan ada kelonggaran”.
Sebagai makhluk yang sempurna sudah sepantasnya kita melakukan hal yang luar biasa dalam menghadapi bencana.
So… putus asa bukanlah diri kita menghadapi covid19 Saling menyalahkan, memprovokasi, melakukan kekerasan itu bukanlah kita, itu bukanlah bangsa Indonesia.

Kita bangsa yang sangat menjunjung tinggi gotong royong, sakit sama dirasa sudah sepatutunya kita harus saling bahu membahu untuk menyelamatkan ekonomi. Mari kita menyelamatkan bangsa Indonesia.
Sepakat ya ingat “WEIJI”, ingat juga “habis gelap terbitlah terang”. Keep moving keep growing.
Penulis: Septian Lubis
Founder MIB (Milenial, Investor, Bisnis) BNSP Branding & Sales Lisence