16 Point Isi Pidato Kenegaraan Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2023

Presiden RI Jokowi bersama Ibu Negara Iriana hadiri Sidang Tahunan MPR RI dalam rangka HUT ke-78 RI, di gedung MPR/DPR RI, Rabu (16/8/2023). (sindonews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Satu hari sebelum hari H Kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya pada 16 Agustus, pemerintah pusat melaksanakan Sidang Tahunan MPR RI.

Di tahun 2023 ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Tanimbar Maluku saat mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI, di gedung MPR/DPR RI, Rabu (16/8/2023).

Berikut 16 poin dirangkum isi pidato Kenegaraan Presiden RI Jokowi pada Sidang Tahunan MPR RI.

1.Saya Bukan Lurah, Saya Presiden Indonesia. Saya perlu tegaskan saya ini bukan ketua umum parpol, bukan juga ketua koalisi partai. Sesuai ketentuan UU, yang menentukan Capres dan Cawapres itu Parpol dan Koalisi Parpol. bukan wewenang saya, bukan wewenang Pak Lurah.

2.Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polisi di wilayah Budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia.

3.Saya tahu, ada yang mengatakan saya ini bodoh, plongo-plongo, tidak tahu apa-apa, fir’aun, tolol. Ya ndak apa, sebagai pribadi, saya menerima saja.

4.Indonesia saat ini punya peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045, meraih posisi jadi Negara 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia Tidak hanya peluang saja, tetapi startegi untuk meraihnya sudah ada sudah dirumuskan.

5.Bonus Demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an adalah peluang besar kita untuk meraih Indonesia Emas 2045.

6.International Trust yang dimiliki Indonesia saat ini, dibangun bukan sekadar melalui gimik dan retorika semata, melainkan melalui sebuah peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.

Baca Juga  Fun Walk Lintas Elemen, Kapolri Gaungkan Persatuan Bangsa

7.Kesuksesan Indonesia menghadapi krisis dunia 3 Tahun terakhir ini, telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia kembali dalam peta peraturan dunia.

8.Di tengah kondisi dunia yang bergejolak akibat perbedaan, Indonesia dengan pancasila-Nya, dengan harmoni keberagamannya, dengan prinsip demokrasinya, mampu menghadirkan ruang dialog, mampu menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.

Baca Juga  Jembatan Putus di Terjang Banjir Lahar Gunung Semeru

9.Dengan international trust yang tinggi, kredibilitas kita akan lebih diakui, kedaulatan kita akan lebih di hormati. Suara Indonesia akan lebih didengar, sehingga memudahkan kita dalam bernegosiasi.

10.Indonesia Harus menjadi negara yang juga mampu mengolah sumber dayanya. Mampu memberikan nilai tambah menyejahterakan rakyatnya, dan ini bisa kita lakukan melalui hilirisasi.

11.Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan.

12.Kita telah berhasil menurunkan angka Stunting menjadi 21,6% di 2022, menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 72,9 di 2022, menaikkan Indeks pemberdayaan Gender ( ISG) menjadi 76,5 di 2022.

13.Pemerintah telah berhasil menyiapkan anggaran perlindungan sosial, total Rp 3.212 T dari Tahun 2015-2023 termasuk didalamnya KIS, KIP, KIP Kuliah, PKH, Kartu Sembako, Serta Perlindungan kepada Lansia, Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan lainnya.

Baca Juga  Sejak 1919, Tercatat 12 Surat Kabar Perempuan Terbit di Sumut

14.Berdasarkan International Institute For Management Development (IMD), daya saing kita (Indonesia) di 2022 naik dari Rangking 44 menjadi 34, ini merupakan kenaikan tertinggi di dunia.

15.Saya berulang kali sampaikan, kepemimpinan ke depan sangat menentukan masa depan Indonesia. Ini bukan tentang siapa yang jadi presidennya. Bukan, bukan itu, tetapi apakah sanggup atau tidak untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah kita mulai saat ini.

16.Pemimpin itu harus punya Public Trust, karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu bis berjalan atau tidaknya suatu keputusan. Ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa.

Semoga pidato Kenegaraan Presiden ini meningkatkan motivasi rakyat Indonesia untuk lebih bersemangat dalam perjuangan pembangunan di semua sektor menuju Indonesia Emas 2045.(*)
Sumber pidato/foto: setneg.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us