AXIALNEWS.id — [dibaca: eksil nius] — Kelompok Tani (Koptan) Mekar Jaya Binjai kini sudah tidak perlu takut dan cemas menjalankan aktivitasnya bertani menanam palawija.
Cemas dari pembakaran, pencurian palawija, teror tembakan senapan angin dan pengancaman atas lahannya di Kelurahan Bhakti Jaya Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara
Kini sudah ada Pos Polisi Pengamanan Terpadu Polres Binjai yang distanbykan untuk menjaga kondusifitas di Perbatasan Kelurahan Bhakti Karya dengan Desa Beguldah Kecamatan Binjai Selatan.
Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi membenarkan adanya Pos Terpadu di perbatasan milik Koptan Mekar Jaya tersebut, untuk pengamanan dan ketentraman aktivitas warga, khususnya para petani.
“Ya Benar Bang, pihak kepolisian ada memasang tenda posko terpadu agar masyarakat berprofesi sebagai petani tenang ketika hendak bercocok tanam dilokasi, sebagaimana dimaksud. Intinya semuanya agar berjalan dengan baik antara satu sama lainnya sesuai motto Polri melayani dan mangayomi masyarakat,” sebut Junaidi via seluler, Senin (7/11/2022).
Selain itu, juga terlihat Pos BPBD Pemko Binjai dilokasi guna penanggulangan bencana alam berupa angin puting beliung. “Pos BPBD sendiri mengantisipasi terjadinya bencana alam yang mana selama ini dapat menerpa rumah warga,” terangnya.
Sebelumnya, banyak masyarakat berprofesi sebagai petani mengeluh. Mereka menjadi korban pembakaran, korban pencurian palawija, korban tembakan senapan angin, korban pengancaman, padahal tidak tahu menau tentang persoalannya.

Hal itu diutarakan Tokoh Masyarakat Binjai, Abdin Zaini Sembiring saat konfrensi pers di kediamannya Jalan Samanhudi, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Senin (7/11/2022).
Dirinya berharap adanya Pos Polisi itu para Koptan tidak takut dan ragu bercocok taman dilahan yang sudah 15 tahun didudukinya. “Kami berharap kedepannya tidak terulang lagi kerusuhan. Adanya Pos Polisi berarti aman,” harapnya.
Zaini menyampaikan, selepas pihaknya kembali dari silaturahmi di Poldasu dengan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), tenda jaga Pos Polisi sudah ada dilokasi Beguldah. Semoga pihak penegak hukum terus berupaya menjaga kekondusifan masyarakat Kota Binjai, khususnya yang berdomisili di Bhakti Karya dan Beguldah.
Dirinya yakin, terjalinnya komunikasi yang baik dengan semua pihak, tidak akan lagi terjadi bentrok seperti sebelumnya. Ia pun meyakinkan, Koptan Mekar Jaya tidak pernah mengganggu kelompok lainnya. Pun jika kedepan ditemukan masalah, agar semuanya dibicarakan dengan baik-baik.
“Marilah kita sama-sama membangun Binjai yang lebih baik lagi dengan caranya masing-masing. Kalau dengan cara saya, pastinya ada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang terbantu dengan cara bercocok tanam di lahan Bhakti Karya. Saya juga lahir di Bhakti Karya,” terang Zaini.
Masih Kata Zaini, dirinya ingin kepada pihak manapun untuk tidak mencampuri urusan Koptan Mekar Jaya. Kasihan masyarakat Beguldah yang tidak ngerti apa-apa menjadi hasutan orang yang tidak bertanggungjawab.

“Masyarakat Beguldah semuanya termasuk keluarga saya, dan di Bhakti Karya juga tempat kelahiran saya. Semuanya bukan orang lain. Marilah sama-sama duduk bareng untuk mendukung program pangan agar kedepannya ekonomi Binjai stabil,” ajaknya.
“Baru-baru ini kita semuanya dilanda pandemi covid-19. Kini ekonomi Binjai sudah mulai normal karena dibantu dari palawija yang sudah mulai meroket. Penjualannya sampai ke luar kota. Menurut saya, petani adalah ujung tombak berjalannya ekonomi di Kota tercinta ini,” yakinnya menambahkan.
Soal bentrok sebelumnya, dirinya mengaku tidak menyangkanya terjadi pertikaian antara warga Beguldah dengan Bhakti Karya. Sebagai Tokoh Masyarakat dirinya pun memohon maaf jika ada kata-kata yang mungkin menyinggung pihak lain. Kedepan diharapkan semuanya berdamai. “Damai itu indah, kenapa kita harus bertikai,” inginnya.
Menurutnya, dahulu antara Beguldah dan Bhakti Karya saling silaturahmi dan bertegur sapa. Semoga adanya Pos Polisi dapat memperbaiki hubungan antara kedua bela pihak, untuk semakin membaik seperti sedia kala.
“Bentrok itu karena semuanya salah paham. Masyarakat juga akan tahu mana haknya dan yang bukan menjadi haknya. Karena masyarakat pasti akan tahu tentang legalitas Koptan Mekar Jaya. Sebab lahan yang dikelola, sudah menjadi Koprasi Koptan Mekar Jaya sejak 15 tahun yang Lalu,” tutup Abdin Zaini.(*)
Reporter: AN Yusuf
Editor: Eddy S