Banjir Madina, Edy : Ada Tambang Ilegal & Pembalakan Hutan

Gubsu Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin, Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau banjir di Desa Sikara Kara, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (20/12/21). Sumber : DISKOMINFO SUMUT.
Iklan Pemilu

“Kita bisa menemukan potongan kayu itu, ini sedang kita pelajari, saat ini Kadis Kehutanan sedang berada di sana dengan tim, saya perintahkan untuk mengetahui posisi mana letak potongan kayu. Saya belum memastikan, kita akan sampaikan ke masyarakat, dan akan tindak,” ujar Edy kepada wartawan.

Tambang emas ilegal juga akan ditertibkan. Menurutnya tambang tersebut sudah memberikan dampak pada masyarakat. Edy akan mengalihfungsikan pekerjaan penambang emas ke sektor lain seperti peternakan, perkebunan, dan pertanian,

Baca Juga  Komisi A Minta Honor Operator Keluruhan Ditanggung APBD

“Ada kegiatan ilegal, khusus tambang emas, saat ini sedang dalam proses karena kemarin terhambat COVID-19 sehingga kita undur, nanti kita akan ubah alih fungsi rakyat di dalam pelaksanaan melakukan galian emas,” ujar Edy.

Sedikitnya ada  16 kecamatan yang terdampak banjir.  Yaitu Kecamatan Natal, Siabu, Batahan, Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Selatan, Panyabungan Timur, Huta Bargot, Panyabungan Utara, Nagajuang, Batang Natal, Ranto Baek, Lingga Bayu, Sinunukan, Muara Batang Gadis dan Kotanopan. Kurang lebih ribuan rumah terendam banjir.

Baca Juga  TNI AU Merekrut 500 Cadangan Kompenen Matra Udara
Baca Juga  IGI Langkat Jangan Seperti Kapal Selam

Turut meninjau banjir bersama Gubernur, Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Kabinda Sumut Asep Jauhari Puja Laksana.(*)

  • Sumber : H17/DISKOMINFO SUMUT
  • Editor : Anoriyan Yusuf

Halaman: 1 2Tampilkan Semua
Berita Lainnya

Contact Us