Bukan Kutukan, Penyakit TBC Bisa Sembuh & Pengobatannya pun Gratis

Sekdis Kesehatan Binjai, dr Indra memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Yayasan CBR Kota Binjai, M Arifuddin Bone. (Diskominfo Binjai)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id[dibaca: eksil nius] — Pengobatan gratis untuk masyarakat pengidap tuberkulosis. Pemerintah melalui Menteri Kesehatan menganggarkan Rp100 juta bagi kesembuhan satu pesien tuberkulosis. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Binjai, dr Indra Tarigan pada konferensi pers pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan tuberkulosis di Kota Binjai. 

Giat ini diselenggarakan Yayasan Cahaya Bersama Rakyat (YCBR) Kota Binjai, di Aula Coffe Day Binjai, Jl Sultan Hasandin, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (29/12/2022). 

Diketahui Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri, berpotensi serius pada kesehatan terutama mempengaruhi paru-paru. Bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Meski TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

dr Indra mengatakan anggaran tersebut untuk program Toss (temukan obati sampai sembuh) dari pemerintah untuk penanggulangan TB. “Masyarakat tidak perlu takut soal biaya pengobatan TB, semuanya gratis cukup menunjukkan KTP saja. Obat yang diberikan semuanya bagus sesuai standartnya. TB bukan penyakit kutukan, saya ingin stekma itu hilang di masyarakat. Penyakit TB bisa sembuh jika ditangani secara baik dan cepat,” terangnya. 

Untuk penanganan pasien TB, sebut dr Indra, Pemko Binjai telah melakukan kerjasama dengan semua rumah sakit dan beberapa klinik yang ber- BPJS maupun belum. Penanganan TB juga dilakukan seluruh puskesmas di Binjai. 

Baca Juga  DWP DPRD Langkat Donor Darah, Ini Manfaat Kesehatannya

Lanjutnya, ia menjelaskan saat ini Binjai termasuk urutan ke-7 untuk capaian standar pelayanan minimal (SPM) penanganan TB se-Sumut yaitu  81,42% atau sebanyak 4.367 suspek yang telah diperiksa. “Di tahun 2023 Dinkes akan lebih maksimal dalam pengajuan Rencana Aksi Daerah (RAD) program penanggulangan TB, bekerja sama dengan OPD terkait di Binjai,” cetusnya. 

Baca Juga  Polres Langkat Laksanakan Penyemprotan Disinfektan di 15 Kecamatan

Sembari menyampaikan TBC termasuk penyakit yang cukup berbahaya. Saat ini TBC di Indonesia menduduki kasus ketiga terbanyak setelah China dan India.

Ketua Yayasan CBR Kota Binjai, M Arifuddin Bone menyampaikan bahwa YCBR adalah komunitas yang mendukung dan berkontribusi pada penanggulangan TBC dengan melibatkan semua pemangku kepentingan pada program DPPM (District Based Public Private Mixed) dan program TB.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan investigasi kontak terhadap temuan 340 indeks kasus TBC selama periode Januari sampai November 2022. Juga melakukan sosialisasi TBC di 62 titik yang ada di Kota Binjai. Seperti pemukiman warga, pengajian, sekolah, panti asuhan, dan beberapa lokasi lainnya. 

Pihaknya juga telah melakukan pelacakan kasus lost to follow up (LTFU) sebanyak 16 orang, turut menambah temuan pasien ternotifikasi hasil dari investigasi kontak yang dilakukan. Serta mengedukasi masyarakat tentang Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) melalui video edukasi dan penyuluhan di masyarakat. 

Baca Juga  Plt Bupati Langkat Buka Sekolah Demokrasi Pemilu 2024, Ini Harapnya

“Hasilnya turut menaikkan capaian SPM TB di Kota Binjai sampai dengan November 2022 sebesar 80,38% untuk OTT (Orang Terduga Tuberkulosis),” urainya. Sembari mengajak semua pihak termasuk insan pers/media untuk bersama melakukan penanggulangan TBC. 

Diakhir acara Sekdis Kesehatan Kota Binjai, dr Indra memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Yayasan CBR Kota Binjai, M Arifuddin Bone atas peran dan kontribusi komunitas dalam penanggulangan TBC di Kota Binjai. 

Turut hadir Anggota Bidang Perekonomian, Sosial dan Budaya Bappeda Binjai, Musilawati SSos. Sekdis Kominfo Binjai, Ir Elza Yori. Bagian Tata Pemerintah Pemko Binjai, Maira Dayang Sari. Wakil Supervisor TB Dinas Kesehatan Binjai, Masryah Sitakar. Perwakilan RS Bidadari Binjai, dr Icha Presetina. MK DPPM Binjai, Ananda Ratu Tia dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Binjai-Langkat.(*) 

  • Reporter: Joko ES
  • Editor: R Hamdani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us