Seperti bagaimana ikon Orang Utan ini untuk dikenalkan baik secara langsung maupun secara online ke publik. Juga semua kegiatan disini turut diviralkan.
“Hutan Bukit Lawang kita menjaga lalu kita promosikan di media sosial (online) dan dari mulut ke mulut (ofline) agar semakin dikenal publik dan maju. Dipromosi ini, Dinas Pariwisata harus sangat berperan,” tandasnya.
Sembari menceritakan dahulu banyak kesan dialami dirinya di Bukit Lawang. Pada tahun 1982 dan 1983 dirinya melakukan camping, terlihat banyak turis mancanegara datang hanya untuk mencari yang alami ke Bukit Lawang. Padahal didaerah/negerinya juga ada hutan.
“Ini bukti keindahan Bukit Lawang sangat mempesonakan para turis mancanegara,” sebutnya.
“Saya inginkan hal itu kembali diwujudkan, Bukit Lawang menjadi impian bagi semua turis dunia sebagai tempat yang harus dikunjungi atau dirindukan,” harapnya menambahkan.
Sementara Perwakilan BBTNGL Wahyan menjelaskan ada sekitar 2.000 an hektare lahan TNGL yang ada di Langkat menjadi tempat untuk populasi Orang Utan. Diperkirakan dari mulai tahun 1973 sampai tahun 2003, keberadaan Orang Utan bekisar 200 lebih jumlahnya.
“Namun saat ini jumlahnya terus menurun semenjak banjir bandang di Bukit Lawang,” jelasnya.

Diketahui giat tersebut Plt Bupati Langkat turut ikut penanaman bibit pohon duren, sebagai simbol pergerakan menjaga kelestarian wisata dan hutan Bukit Lawang.
Turut hadir Ketua Dewan Kehutanan (DKD) Panut Hadisiswoyo MSi, Ketua Pewarta Poto Indonesia Sumatra Rahmad Suriyadi, Kadis Pariwisata Langkat Nur Elly Heriani Rambe MM, Plt Kadis PUPR Khairul Azmi SSTP, Kabag Umum Eka Syahputra Depari SSTP, Plt Kasad Pol PP Dameka Putra Singarimbun SSTP, Kabid IKP M Faisal SE MIKo mewakili Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Camat Bahorok Robi Deritawan Sitepu dan Sekcam Bahorok Rukun Sinuraya. (yan/apri)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: MD Sinulingga