AXIALNEWS.id | Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting membahas persiapan perhelatan pesta demokrasi (Pemilu) 2024 di Sumut bersama peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, di ruang kerjanya, Selasa (25/7/2023).
Kepada para peserta Sespimti, Baskami menyatakan keyakinannya, pemilu yang akan datang berjalan tertib dan aman.
“Di Sumut ini terdiri dari beragam etnis, suku, agama, ras dan antar golongan. Namun saya yakin Sumut tetap kondusif. Kita juga melibatkan banyak tokoh agama, budayawan, dan FKUB dalam upaya memberikan pencerahan masyarakat jelang pemilu,” katanya.
Baskami menjelaskan, Pemprovsu telah menetapkan anggaran pemilu di Sumatera Utara sebesar Rp100 miliar.
“Dana ini kita harapkan nanti mampu meningkatkan efektifitas kerja-kerja dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Sumut jelang pemilu,” tambahnya.
Hadir pada pertemuan tersebut, para peserta Sespimti, antara lain Komisaris Besar Polisi (KBP) Robinson, KBP Asep Ruswanda, KBP Edi Suroso, KBP Rudi, KBP Alfis Suhali, KBP Ade R dan lainnya.
Juga hadir Sekwan DPRD Sukut Zulkifli, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, Anggota DPRD Sumut Rudi Hermanto dan Rony Situmorang.
Sementara itu, salah seorang peserta Sespimti, KBP Alfis Suhali mengatakan, kemungkinan terjadinya polarisasi di dunia maya sangat besar, menjelang pemilu.
“Berkaca pada 2019 lalu, terjadi polarisasi di ruang digital yang akhirnya menimbulkan kegaduhan. Kita juga harus mengedepankan berita-berita yang terverifikasi dari media akuntabel dan berizin,” ucapnya.
Alfis Suhali mengatakan, rendahnya literasi digital menyebabkan sebagian netizen percaya saja, pemberitaan media sosial yang masih diragukan kebenarannya.
“Era digital ini, netizen lebih percaya berita yang simpang siur di medsos. Seringkali kami mendengar keluhan rekan-rekan jurnalis yang mengeluhkan kecenderungan netizen percaya medsos ketimbang media-media yang kredibel dan berizin,” jelasnya.
Alfis berharap, pemerintah provinsi beserta forkopimda dapat memberikan program untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat.
“Sehingga ekskalasi jelang pemilu di masyarakat akibat polarisasi di ruang digital ini dapat kita redam,” pungkasnya.
Pada kunjungan ini, Bastian dan peserta Sespimti Polri juga membahas maraknya begal dan kejahatan jalanan juga persoalan sengketa agraria di Sumut.(*)
Reporter: Joko S
Editor: M Afandi