AXIALNEWS.id | Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat Amril hadiri rapat koordinasi Penanganan Infrastruktur Jalan dan Jembatan se-Sumatera Utara di Hotel Grand Inna Medan, Rabu (14/5/2025).
Rapat digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini tindak lanjut dari Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya pada poin 2 dan 3 yang menekankan pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang swasembada pangan, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, serta pengembangan industri nasional.
Sekda Langkat, Amril menyampaikan kehadiran Pemkab Langkat dalam rakor ini bentuk dukungan dari Bupati Langkat Syah Afandin terhadap percepatan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pak Bupati sangat konsen terhadap percepatan pembangunan jalan dan jembatan di Langkat, karena ini berkaitan langsung dengan konektivitas antarwilayah, distribusi hasil pertanian, serta mendorong daya saing daerah,” ungkap Amril di sela kegiatan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Stanley Tuapattinaja mendorong seluruh kepala daerah aktif menggandeng mitra swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), mengingat keterbatasan anggaran negara.
“Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 74 mewajibkan perusahaan menyisihkan dana CSR-nya. Kepala daerah harus jeli menggandeng sektor swasta agar pembangunan tidak terhambat,” tegas Stanley.
Wakil Gubernur Sumut, Surya mengungkapkan dari total 3.000 kilometer jalan provinsi, hanya 56% dalam kondisi baik. Sisanya, 21% sedang, 4,78% rusak ringan, dan 17% rusak berat.
“Pemda harus cermat dalam menentukan prioritas pembangunan dan memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Kolaborasi melalui CSR adalah salah satu solusi efektif,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala daerah segera mengajukan program perbaikan jalan nasional di wilayahnya masing-masing, memanfaatkan forum rakor sebagai ajang koordinasi dan sinergi nyata.(*)
Editor: Riyan