AXIALNEWS.id | Perwakilan Wahana Bermain Funderland Indonesia yang beroperasi di Kelurahan Semula Jadi, Kota Tanjungbalai, diduga mencoba ingin memicu gejolak sosial melalui komentar yang diunggah pada salah satu akun media sosial Facebook.
Dalam unggahan hari Kamis (13/2/2025) tersebut, Andi, perwakilan Funderland Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari masyarakat dan warga Tanjungbalai terkait dengan keberadaan wahana permainan mereka.
Andi mengklaim bahwa sejumlah oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meminta uang dengan cara menolak kehadiran wahana tersebut.
Menurutnya, LSM tersebut bahkan meminta agar wahana tersebut ditutup karena Funderland tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah uang yang diminta.
“Kami dari Funderland Indonesia berharap dukungan dari masyarakat dan warga Tanjungbalai, karena ada oknum-oknum LSM yang sejak awal menolak wahana ini dan meminta kami menyerahkan wahana ini kepada mereka dengan sejumlah uang. Kami tidak menyanggupi karena kami tidak memiliki uang sebanyak itu. Sekarang mereka ingin meminta wahana ini ditutup,” tulis Andi melalui akun Facebook-nya Andi Bhayangkara.
Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai identitas oknum dan LSM yang dimaksud, Andi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan tidak merespons permintaan konfirmasi dari wartawan, malah memprivasi akun sosial medianya.
Andrian Hanif, perwakilan dari Koalisi Hanif Gapai Pemuda, saat ditemui wartawan membantah tudingan bahwa pihaknya meminta sejumlah uang dengan cara menolak kehadiran wahana permainan Funderland Indonesia.
“Aksi unjuk rasa yang kami lakukan murni sebagai respons terhadap insiden kecelakaan yang dialami seorang anak, yang mengalami patah tulang di wahana permainan Funderland Indonesia dan terkait pendidikan karena wahana beroperasi dekat dari sekolah. Kami tidak memiliki tujuan lain selain mengedepankan keselamatan pengunjung, dan dunia pendidikan” tegas Andrian Hanif, koordinator Tim Hanif, Kamis (14/2/2025).
Pernyataan yang dilontarkan oleh pihak Funderland Indonesia terkait adanya oknum LSM yang diduga meminta uang memicu reaksi dari para penggiat sosial.
Ramadhansyah Batubara, Ketua Komite Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai, menilai bahwa tudingan tersebut perlu klarifikasi lebih lanjut.
“Sangat penting bagi Funderland Indonesia untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait tuduhan adanya oknum yang meminta uang. Jangan sampai pernyataan ini hanya berujung pada spekulasi yang dapat memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat Kota Tanjungbalai,” ujar Ramadhansyah Batubara.
Ramadhansyah juga menambahkan jika pernyataan tersebut benar, sebaiknya pihak Funderland Indonesia segera mengungkapkan identitas oknum tersebut atau melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Jangan sampai ada upaya pihak Funderland Indonesia untuk memunculkan ketegangan di kalangan para penggiat sosial dan masyarakat Kota Tanjungbalai yang dapat memperburuk situasi,” ucapnya.(*)
Editor: Syafrizal