Korban Pemerkosaan Aman Aborsi Menurut WHO

Pertemuan kedua membahas Pemenuhan hak korban perkosaan untuk aborsi, di Horison Bogor Icon Hote and Convention, Bukit Cimanggu City, Jl. Sholeh Iskandar No.1 Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/12/21).

Kekerasan Perempuan Tertinggi di NTT

Iklan Pemilu

Menurut catatan tahunan Komnas Perempuan, angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) terbesar di Indonesia adalah di NTT.

Di sana, keluarga perempuan korban perkosaan menempuh cara tradisional untuk menghentikan kehamilan.

Ilustrasi kekerasan terhadap anak & perempuan. Sumber Kompasiana.com

“Jika aborsi dilakukan dengan cara yang tidak aman, lagi-lagi perempuan lah yang terus mengalami kesakitan,” tutur Mira.

Pihaknya berharap pemerintah lebih serius merealisasikan apaborsi aman, khususnya bagi korban perkosaan yang sesuai peraturan perundang-undangan

Baca Juga  Wapres Ma’ruf Ingatkan Sumut Percepat Vaksinasi COVID-19

“Kita berharap agar pemerintah lebih serius merealisasikan apaborsi aman sesuai aturan berlaku,” harapnya.

Diskusi ini diikuti 12 media digelar selama empat hari mulai 30 November 2021 – 3 Desemeber 2021.

Baca Juga  Kurs Rupiah Berpotensi Melemah

Peserta tiga dari media nasional serta sembilan (9) media lokal dari Kabupaten Indramayu, Jombang dan Langkat. Satu media mengirimkan satu jurnalis, dan setiap Kabupaten kuotanya 3 media lokal.

Utusan dari Langkat:

Baca Juga  Gunung Semeru Meletus, Warga Berhamburan Meyelamatkan Diri

1. Moel Piliang dari Radio Perkasa FM

2. Ahmad Rafii dari Metrolangkat-binjai.com

3. Doni Syaputra dari garudaonline.com

Di hari pertama, pertemuan  diawali dengan perkenalan dari masing-masing peserta diskusi. Kemudian dilanjutkan pemaparan singkat tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi perempuan (HKSR) yang komprehensif. (ril/ano)

Halaman: 1 2Tampilkan Semua
Berita Lainnya

Contact Us