Tujuan dari kegiatan agar jurnalis memiliki perspektif yang benar terkait HKSR secara luas den menyeluruh. Jurnalis juga diharapkan dapat menjadi kunci dalam mempromosikan tentang isu HKSR dalam konteks lokal.
“Membangun jaringan media HKSR agar dapat saling berbagi informasi, ide dan hasil liputan,” kata Mira, aktivis perempuan yang aktif sejak 2004 silam.
“Jurnalis diharapkan dapat mengeksplorasi isu HKSR lebih mendalam dan objektif terkait kekerasan terhadap perempuan,” tambah Mira.
Salah satu jurnalis asal Kabupaten Langkat Ahmad Rafii dari media siber Metrolangkat-binjai.com, mengaku diskusi yang digelar YKP memberikan banyak ilmu pengetahuan tentang beragam masalah perempuan.
Serta memiliki kemanfaatan dalam penyajian berita agar tidak timpang dan menyudutkan minoritas.
Ia pun berupaya mampu menyerap semua ilmu pada diskusi. Terlebih yang berkaitan pembahasan untuk penyajian berita yang akurat, berperspektif gender dan selalu berpihak kepada korban.
“Pimpinan saya M. Darwis Sinulingga memberi amanah untuk mengambil ilmu yang sebanyak-banyaknya dalam diskusi ini. Harapannya, agar nanti saya bisa lebih objektif dan mendalam saat liputan terkait isu kekerasan terhadap perempuan,” tandas pria bertumbuh besar itu, jurnalis asal Langkat. (ril/ano)