Selanjutnya secara bertahap yayasan menyelenggarakan pendidikan menengah, dimulai dengan mendirikan SMA UISU yang berlokasi di Kampus Induk UISU, Jalan SM. Raja Medan.
Kemudian mendirikan SMA, SMK dan SMP di Pematangsiantar. Seiring itu, di kota terbesar kedua di Sumatera Utara tersebut juga dibangun sekolah tinggi.
Sekolah Tinggi Agama Islam UISU Pematangsiantar, ungkapnya, bermula sebagai Fakultas Dakwah UISU pada tahun 1960. Secara resmi fakultas tersebut dikembangkan menjadi STAI di tahun 1998.
“Saat ini STAI Pematangsiantar mempunyai 3 program studi dengan jumlah lulusan 2.583 orang. STAI Pematangsiantar telah menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa, yang dipersembahkan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara yang penuh dinamika saat ini,” sebut Prof Ismet.
Selanjutnya, dia berpesan agar Civitas Akademika STAI Pematangsiantar terus menyikapi strategi pembelajaran seiring berlangsungnya industri 4.0 saat ini.
Pelaksanaan hybrid learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan tatap maya merupakan pilihan yang dinilai lebih efektif dan efisien, baik untuk civitas akademik maupun mahasiswa.
“Hal ini tentu memberi dampak terhadap strategi pembelajaran yang harus terus dikembangkan,” pungkas Prof Ismet.