Selama ini, ditambahkan James Panggabean keberadaan terminal di Kota Medan justru tidak berfungsi maksimal. Karena faktanya banyak Angkot tidak masuk terminal.
“Nah, pengawasan terhadap para sopir Angkot akan semakin efektif bila terminal benar-benar difungsikan. Termasuk dalam pemeriksaan kartu pengawasan para sopir,” lanjut James.
Pengawasan penting lainnya menurut James, optimalisasi pelaksanaan uji Kir Angkot.
“Kita bisa melihat banyak Angkot yang kondisinya tidak baik dan tidak layak jalan. Misalnya, kondisi rem yang tidak baik, lampu sein yang banyak tidak berfungsi, kondisi mesin dan sebagainya,” ungkap James.
Ini fakta – fakta yang meyakinkan dugaan peran Dishub Medan selama ini tidak maksimal.
“Ini yang menjadi alasan bagi kami kecelakaan KA dengan Angkot di jalan Sekip, diduga tidak terlepas dari kelalaian Dishub Medan. Karena itu, kami berharap agar Walikota Medan melakukan evaluasi,” tegas Abyadi Siregar.(ril/ano)