Contoh kesalahan adalah karena fokus ke sales jangka pendek, akhirnya terjebak dengan produk yang mudah laku.
Ketika produk yang mudah laku muncur competitor yang jual lebih murah, akhirnya terjadi perang harga.
Seharusnya, dibalik fokus pada penjualan jangka pendek. Juga ada sebuah merek yang diperkenalkan kepada konsumen, mulai dari proses alur kerja, testimoni dan kuatnya merek. Sehingga mudah untuk menawarkan produk baru dari brand yang sama.
Jadi harus menguatkan merek anda dan selalu berinovasi jangan sampai value (nilai/harga) bisnis anda korbankan demi penjualan jangka pendek.
Seperti di poin sebelumnya, kadang kita hanya fokus pada apa yang dijual jangka pendek.
Lupa untuk berpikir secara big picture (perspektif luas) bahwa ternyata ada why (mengapa) yang harus sobat UMKM pahami sebelum pada what (apa).
Latah untuk mengikuti competitor, padahal strategi dia mungkin sudah dengan ancang ancang yang tepat. Kadang beberapa UMKM mengikut promo competitor tapi jauh dari Value Produk yang ditawarkan.

Sobat UMKM, perlunya kita mendatabase para pelanggan kita. Sebab tujuan dari promosi atau marketing itu ada dua (2) hal, yakni:
Jadi marketing yang powerfull sebenarnya adalah marketing yang keluar dari mulut pelanggan kita sendiri.
Jika tujuan marketing anda untuk relationship sama pelanggan lama, maka perlunya melakukan survei sederhana agar dapat apa need atau yang dibutuhkan mereka (konsumen) sebenarnya.
Sedangkan untuk akuisisi pelanggan baru, perlu survei sederhana untuk melihat sejauh mana competitor mempertahankan pelanggannya, dan melihat celah dari kelemahan competitor agar kita bisa menyimpulkan promo apa yang tepat untuk mengakuisisi konsumen baru.
Demikianlah empat poin kegegalan UMKM dalam melakukan marketing, semoga bermanfaat.
Penulis: Septian Lubis
Founder MIB (Milenial, Investor, Bisnis)
BNSP Branding & Sales Lisence