Politik Uang Sudah Tercium, Bawaslu dan Panwaslu Jangan Jadi Singa Ompong

Ramadhan, Alumni Mahasiswa Hukum UIN Ar-Raniry
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | 27 November 2024 hampir seluruh rakyat Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih kepala daerah berupa bupati/walikota dan gubernur.

Melihat situasi masa pencoblosan yang kini tinggal menunggu kurang lebih tiga pekan lagi, banyak sekali sudah terlihat cara-cara yang dilakukan oleh tim relawan/simpatisan yang melanggar undang-undang untuk mengambil hati rakyat gun beralih memilih calon yang didukungnya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) dan Pengawas Pemilihan Umum (PANWASLU) adalah salah satu penyelenggara dan rekomendasi pengamanan dalam masa pemilihan kepala daerah yang kini sedang berlangsung.

Dalam artian dimasa saat ini yang lagi huru-hara masa kampanye setiap calon, diharapkan Panwaslu harus meninjau dan menindak sebenar-benarnya, jikalau ada pelanggaran yang sedang di lakukan tim relawan maupun simpatisan.

Baca Juga  Safari Subuh Implementasi dari Masjid Mandiri

Mendekati hari pencoblosan ini, kepada Bawaslu dan Panwaslu harus lebih melihat, dimana saat kini yang di khawatir akan terjadinya, cara-cara untuk mengambil suara rakyat dengan memberi uang meminta untuk memilih calon yang disuruhnya.

Politik uang (money politic) sudah bukan lagi rahasia umum setiap ada pesta demokrasi di Indonesia ini.

Baca Juga  Hampir Dilupakan! Tradisi Pengobatan Pilis Rimpang di Tengah Masyarakat Modern 

Bawaslu dan Panwaslu memiliki kewenangan untuk menindak hal-hal yang dilarang dalam undang-undang pemilu. Jangan kini Panwaslu yang diberikan kewenangan tidak mengerjakan apa yang telah di perintahkan undang-undang.

Serta, Bawaslu dan Panwaslu juga jangan seperti Singa Ompong yang nampak garang dan seram tapi tidak sanggup menggigit dan menerkam tak kala ada terjadi pelanggaran yang jelas terlihat di depan mata dan dari aduan yang sudah membawa bukti dari adanya pelanggaran.

Baca Juga  Peringati Isra Mi'raj, Afandin Ajak Tegakan Sholat Tepat Waktu

Kejar mereka, cecar meraka, bagi para penjahat politik yang mencoba bermain curang dan kotor dengan menyebar uang kepada masyarakat demi mendapatkan suara rakyat.

Agar demokrasi terselamatkan dalam pilkada ini, karena kita tahu pemilu sebelumnya diduga pemilu yang paling buruk sepanjang sejarah, diakibatkan ulah segelintir elit politik yang bermain dengan terang-terangan berbuat curang.(*)

Oleh: Ramadhan
Alumni Mahasiswa Hukum UIN Ar-Raniry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us