AXIALNEWS.id – [dibaca: exsil nius] – Tekan kasus kebakaran hutan, BPBD Kabupaten Langkat menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di negeri bertuah, diikuti 100 peserta.
Peserta terdiri dari unsur masyarakat, petugas pengendali kebakaran perkebunan, aparatur desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Sat Pol PP, unit pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Langkat, PPKH Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumatera Utara.
Kalakhar BPBD Langkat, Drs Irwan Syahri menjelaskan simulasi berlangsung selama empat hari dengan dua kali pertemuan. Simulasi berfokus pada pembekalan dan peningkatan keterampilan teknis bagi pihak terkait, mengenai deteksi dini karhutla hingga teknis mobilisasi pemadaman karhutla.

“Kita juga sampaikan selain pencegahan karhutla, unsur pengendalian karhutla yang juga penting adalah membangun sinergitas dan meningkatkan koordinasi dalam upaya penanggulangan karhutla,” ujar Irwan Syahri.
Selanjut Irawan memaparkan sosialisasi penanggulangan bencana karhutla dilaksanakan di Aula Kantor Camat Bahorok, pada 16 – 17 Maret 2023. Peserta diberikan materi teori tentang pengendalian karhutla.
Materi meliputi sistem peringatan dan deteksi dini karhutla, peranan TNI, Polri, petugas Pemadam Kebakaran, PPKH Dinas LHK Sumut, serta pihak kecamatan dan jajaran dalam upaya pengendalian karhutla.
Simulasi penanganan bencana karhutla juga dilaksanakan di Lapangan Bola Kecamatan Bahorok pada pada 20 – 21 Maret 2023.

Para peserta diberikan praktik pengenalan peralatan, simulasi deteksi dini dan mobilisasi pemadaman karhutla untuk melatih secara intensif respon cepat dari deteksi dini hingga pemadaman karhutla.
Setelah terlaksananya kegiatan ini, sebut Irwan Syahri, diharapkan agar kebakaran hutan dan lahan dapat semakin ditekan serta meningkatnya sinergitas dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Juga meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan.
Jadi masyarakat juga mengetahui dan memahami sanksi hukum bagi pelaku yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta mendapatkan pemahaman konsep penanganan kebakaran hutan dan lahan secara baik.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi