Menurut Seleman Tanjung, Andi Jamaro Dulung tak pantas menyebutkan hal itu, apalagi dia adalah seorang senior di lingkungan NU. Seharusnya dia lebih mendukung program NU agar lebih maju ke depan. Memberikan semangat para nahdliyin bukan malah melemahkan,” tegas pria yang akrab disapa bang Tanjung itu.
Suleman Tanjung yang juga Sekretaris PWNU Sumbar, menyebutkan, kebijakan PBNU dalam moratorium pengkaderan itu adalah untuk menyempurnakan sistem pengaderan di PBNU dengan menyesuaikan perkembangan zaman
“PBNU tentu menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan organisasi dan kualitas kader yang militan profesional dalam hal berhikmah di lingkungan NU dan di tengah masyarakat,” terang Suleman.
Perlu diketahui, lanjutnya, mulai kemarin dan beberapa bulan ke depan, khususnya bidang organisasi kaderisasi dan keanggotaan (OKK), PBNU sedang merumuskan model pengkaderan yang pas untuk kebutuhan masyarakat lewat PBNU.
“Sangat tidak rasional jika disebut PBNU lemah. Sampai hari ini NU tetap eksis sampai ke bawah,” bebernya.
Suleman Tanjung menengaskan, apa yang menjadi keputusan Ketum PBNU sangatlah tepat dan bijak. Kita juga sangat mendukung sepenuhnya.
PBNU sudah merampungkan konsep pengkaderan NU secara integratif, berjenjang, dan berkelanjutan. Dalam sistem kaderisasi NU yang baru, pengkaderan akan dilakukan secara berjenjang, yakni tingkat dasar (basic training), menengah (intermediate training), dan lanjutan (advance training). Namun, semua proses pengaderan di lingkungan NU dan badan otonom tetap akan diakui. (*)