AXIALNEWS.id – Langkat | Tragis, remaja usia 14 tahun di Langkat diperkosa tetangganya sendiri, pelaku pria dewasa yang sudah memiliki istri berinisial Mir (27).
Peristiwa tragis dialami siswi MTs (Madrasah Tsanawiyah) di rumah pelaku saat istri pelaku tengah dikamar menyusui anaknya yang masih bayi.
Perbuatan bejat ini sudah diaporkan korban itu ke Unit PPA Polres Langkat, dengan tanda bukti Laporan Polisi Nomor: LP/B/786/XII/2021/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 06 Desember 2021.
Korban mengungkapkan sebelum diperkosa, Mir sudah sering menggoda dan mengajaknya untuk berhubungan badan layaknya suami istri. Namun ajakan itu selalu ditolaknya dengan tegas, lantaran tahu perbuatan dosa besar.
“Aku dan teman-teman sering main di teras rumah Mir. Istri Mir juga sering bermain sama kami. Setiap ada kesempatan, Mir selalu menggodaku. Tapi selalu ku tolak,” kenang remaja malang itu, Rabu (8/12/2021).
Pemekorsan terjadi pada awal Juli 2021 lalu, korban ditidurkan paksa di lantai dapur rumah Mir sekira jam 21.00 WIB. Kalah tenaga korban tak bisa melawan. Tangannya dicengkram kuat, tubuh kecilnya ditindih pelaku pun berhasil meluapkan nabsu bejatnya.
Saat diperkosa, teman korban sedang bermain di teras rumah pelaku. Sedangkan istri Mir menyusui anaknya yang tengah rewel di kamar tidurnya.
Setelah itu perasaan korban hancur, dia takut menceritakan kepada orangtuanya. Dia mencoba menyimpan aib itu sendiri dari siapapun dengan rapat. Perasaan cemas, selalu ketakutan terus dirasakannya saat bertemu pelaku.
Pemerkosaan Terungkap Lewat Pesan WhastApp
Akhirnya pada 3 Desember 2021, ibu korban mengetahui pemerkosaan saat membuka whastaap di hand phone anaknya yang sedang tidur. Di perangkat seluler itu, ibu korban melihat percakapan mereka.
Ibu tiga anak tersebut terkejut. Dia melihat Mir mengirim pesan mengajak untuk melakukan hubungan badan lagi dengan anaknya di Hotel. Sambil mengancam jika tidak mau mengikuti kemauannya.
“Jangan kau bilang sama siapapun. Ayok kita ke hotel. Biar ku puaskan kau. Tenang aja, nanti aku yang ngatur semuanya,” pesan Mar dibeberkan ibu korban saat mendampingi anaknya ke P2TP2A Kabupaten Langkat.
Sebelum ke P2TP2A Kabupaten Langkat, korbn telah dibawa ibunya visum ke Puskesmas. Besar harapannya agar kasus tersebut bisa segera ditindaklanjuti dan pelakunya bisa secepatnya ditangkap.
“Beberapa hari ini, Mir sudah tak terlihat di rumahnya. Istrinya pun sudah kembali ke rumah orangtuanya. Kami berharap, agar Mir bisa segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.
Bagian Pelayanan Hukum P2TP2A Kabupaten Langkat Malahayati SH berharap, Polres Langkat segera menindaklanjuti laporan korban. Mala juga memberikan arahan kepada kaum perempuan, khususnya remaja dan anak di bawah umur, agar tidak mudah percaya kepada orang asing.
“Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Bahkan sama pacar sekalipun. Jangan mudah dirayu. Fahamilah wilayah privasi yang tak boleh dilihat atau dijamah siapapun, kecuali pasangan suami istri,” imbau Mala.
Sementara Kanit PPA Polres Langkat IPDA Mulyana mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan korban.
“Kami akan segera kirimkan perkembangan laporannya kepada korban. Mohon kerjasamanya. Jika LP sudah sampai ke penyidik, segera kita tindaklanjuti,” tandas IPDA Mulyani. (ril/ano)