Selanjutnya Kepala BPPW Sumut Syafril Tansir menjelaskan program SPAM adalah program dari Dirjend Cipta Karya Kementerian PUPR, dilaksanakan melalui unitnya BPPW Sumut.
“Pelaksanaanya bersumber dari APBN sebesar Rp350 juta perdesa. Jadi tidak ada In-Kind, tidak ada In-Cash dan tidak ada Dana Desa,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan persyaratan untuk program ini adalah:
Di Langkat pada tahun 2021 mendapatkan 6 lokasi SPAM Pedesaan Padat Karya.
Terdiri dari 4 Desa Stunting yaitu Desa Perlis, Desa Kelantan, Desa Rumah Galuh, dan Desa Simpang Kuta Buluh.
Serta 2 Desa tidak Stunting yakni Desa Halaban dan Desa Lau Damak.
“Semoga ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Perlis dan Desa lainya di Langkat,” harapnya.
Turut Hadir mendampingi Plt. Bupati Langkat, Inspektur H Amril, para Kepala Perangkat Daerah dijajaran Pemkab Langkat, Forkopimca Brandan Barat, para Camat Penerima bantuan SPAM, serta pihak terkait lainnya.(*)