Catatan Kriminal Pelaku Pengeroyokan Pendeta di Sergai
Korban yang dikeroyok sempat meminta tolong namun suasana sepi tidak didengar warga. Usai dianiaya, korban dibuang.
Korban yang dikeroyok sempat meminta tolong namun suasana sepi tidak didengar warga. Usai dianiaya, korban dibuang.
Dilokasi, ditemukan satu buah handphone jadul seperti merek nokia, gelang besi warna putih, korek mancis warna merah, baju kaos warna biru dan celana hitam yang telah usang.
Ditingkat pengeceran harga beras diketahui Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Sebelumnya harga beras per kilogram di tingkat pengecer hanya berkisar Rp 14.000 hingga Rp 15.000.
Atap dan kayu beroti rumahnya pun tercampak hingga sejauh 15 meter. Selain atap rumah, dinding batu bata sebagian roboh dan sejumlah perabotan rumah rusak.
Akibat kondisi jalan berlubang, ungkap ibu rumah tangga bernama Ita, warga setempat, banyak warga yang melintas terganggu dan pernah siswa saat mau pergi ke sekolah terjatuh, dikarenakan ingin menghindari lubang.
Menanggapi aksi tersebut, pihak Kejati Sumut melalui Randi H Tambunan, menyatakan apresiasi dan menerima laporan dari massa aksi GPS.
Andrian menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas laporan tersebut.
Tujuannya untuk menertibkan dan mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.
Dirinya menilai ketidakhadiran ini menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap lembaga DPRD dan proses demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.
Gerakan Pemuda Peduli Serdang Bedagai berharap aparat kepolisian bisa segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan rasa keadilan bagi korban serta efek jera bagi pelaku.