AXIALNEWS.id | Masih mangkrak, pengerjaan rehabilitasi dua ruang kelas SD Negeri 056425 Adin Tengah Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat.
Informasi diterima, selain SDN Adin Tengah ada belasan pekerjaan lainnya di Diskdik Langkat juga mangkrak.
Sebabnya diduga karena anggaran pengerjaan tidak tertampung di P-APBD Langkat 2024, meski kesemua pekerjaan tersebut sudah selesai dilelangkan melalui website LPSE.
Penyebab tidak tertampungnya di APBD belum diketahui secara pasti. Plh Kadis Pendidikan Langkat, Robert Hendra Ginting berencana mengecek jajarannya untuk mengetahui sebab informasi tersebut.
“Nanti saya cek ke PPK dan PPTK ya Pak,” sebut Robert, Senin (17/2/2025).
Sebelumnya, tim axialnews menerima informasi bahwa pihak Tipikor Polres Langkat telah melakukan pemeriksaan ke di Dinas Pendidikan Langkat, Kamis (6/2/25).
Tepatnya dua hari setelah Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengunjungi SDN Adin Tengah pada Selasa (4/2/25) lalu.
Namun belum diketahui pasti kedatangan Tipikor fokus melakukan pemeriksaan soal belum selesainya rehabilitasi SDN Adin Tengah atau soal urusan lain.
Tim axialnews juga menerima informasi sehari setelah kedatangan Tipikor, Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Diskdik Langkat memanggil dan bertemu dengan pihak pemborong SDN Adin Tengah di salah satu cafe di Stabat, Jumat (7/2/25).
Disinyalir membahas permasalahan proyek rehabilitasi dua kelas SDN Adin Tengah yang masih mangkrak.
Dikonfirmasi soal itu, pihak terkait masih memilih bungkam hingga berita ini tayang.
Perlu diketahui, Sekolah Dasar (SD) Negeri 056425 Adin Tengah di Kecamatan Salapian mendapatkan kuncuran anggaran pemeliharaan ruang kelas dari P APBD Kabupaten Langkat TA 2024.
Ada dua nilai anggaran untuk rehabilitasi (pemeliharaan) dua ruang kelas tingkat kerusakan sedang dengan total nilai hampir Rp 300 juta, alokasi anggaran Dinas Pendidikan Langkat.
Detailnya, dua kode paket pengerjaan pengadaan langsung (PL) itu 10022062000 dan 7187304 dengan jenis pengadaan: pekerjaan kontruksi masing-masing bernilai Rp 149.540.000, total anggaran Rp 299.080.000.
Melihat website lpse.langkatkab.go.id, diketahui kedua pekerjaan kontruksi tersebut tahapan paket selesai, dikerjakan RBZM KONTRUKSI yang beralamat di KH Zainal Arifin Kelurahan Stabat Baru.
Namun pembangunan SDN itu masih mangkrak. Hasil pantauan dilokasi belum lama ini, terlihat keadaan ruang kelas yang diperbaiki masih semeraut.
Pemasangan batu bata dinding kelas belum selesai dipasang, apalagi di plaster. Jendela kelas termasuk keramik untuk lantai juga belum terpasang, semuanya terlihat berserakan terletak di teras kelas.
Terparah, atap kelas blong sebab seng belum terpasang, bahkan rangka kayunya juga belum selesai dikerjakan secara keseluruhan.(*)
Editor: Riyan