AXIALNEWS.id | Tren inflasi di Indonesia menurun dan terkendali dalam 10 tahun terakhir.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% dan turun menjadi 2,5% pada Juni 2024.
Disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Sumut, Wira Kusuma pada High Level Meeting TPID Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumdis Gubernur Sumut, 23 Juli 2024.
Wira Kusuma memperkirakan inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran target 2,5% plus minus 1% hingga akhir 2024 dan tahun 2025.
Dipaparkannya, untuk inflasi provinsi tertinggi terjadi di Papua Tengah 5,39%, Gorontalo 4,91%, dan Papua Barat 4,58%.
Sementara provinsi inflasi terendah ada di Bangka Belitung dan Sulawesi Barat 1,25%.
Untuk kabupaten dengan inflasi tertinggi di Nabire 7,58% dan inflasi kota tertinggi di Ambon 4,6%.
Giat ini sekaligus penandatanganan MoU Kerjasama Antar Daerah (KAD). Dihadiri seluruh kepala daerah di Sumut.
Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni ikut hadir. Ia menjelaskan giat ini bertema “Gerakan Penanganan Inflasi Serentak se-Sumatera Utara”.
Bertujuan menjaga kestabilan harga barang, kebutuhan pokok, dan mengantisipasi inflasi khususnya jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Disampaikannya empat usulan agenda utama pertemuan, yakni:
Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy memaparkan strategi pengendalian inflasi di wilayahnya. Melalui TPID, Langkat berhasil menekan inflasi hingga di bawah angka inflasi nasional.
Hasilnya pada April 2024, Langkat mengalami deflasi selama empat minggu berturut-turut. Nilai IPH mencatat deflasi sebesar -1,17%, dengan komoditas utama cabai merah, cabai rawit, dan beras.
Langkat, sebagai daerah non-Indeks Harga Konsumen (IHK), menggunakan IPH untuk menilai perkembangan inflasi.(*)
Reporter: Ajeni S
Editor: Eddy