AXIALNEWS.id — [dibaca: eksil nius] — Surabaya | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat teguran bagi Pengurus Wilayah NU Jawa Timur. Teguran dilakukan karena PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur menggunakan struktur kepengurusan baru tanpa ada izin dari PBNU.
“Struktur baru PWNU harus mendapatkan persetujuan PBNU. Struktur kepengurusan PWNU juga harus di SK-kan dan bertandatangan Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekjen,” kata Wakil Sekjen PBNU Suleman Tanjung, Selasa (29/3/2022).
Teguran bagi PWNU Jawa Timur tertuang dalam surat bernomor 241/C.I.16/03/2022, tertanggal 28 Maret 2022 dan ditandatangani Ketua PBNU Ulyas Thaha dan Wakil Sekjen PBNU Suleman Tanjung.
Dalam surat teguran ini, PBNU minta PWNU Jawa Timur tetap menggunakan struktur kepengurusan PWNU yang lama yakni Rais Syuriah KH Anwar Manshur, Katib Syuriah KH Syafruddin Syarif dan Ketua Tanfidziyah KH Marzuki Mustamar serta Sekretaris Prof Akh Muzakki.
Menurut Suleman Tanjung, PWNU Jawa Timur semula mengusulkan struktur baru PWNU, namun usulan ini ditolak oleh PBNU. Karenanya seluruh surat menyurat di PWNU Jawa Timur harusnya tetap menggunakan struktur pengurus yang lama.