17 Ribu Rumah Reyot Tersebar di Langkat, Kontribusi CSR Diharapkan

Kondisi rumah reyot yang ditinggali Sawaluddin Hasibuan bersama keluarga berukuran 4×3 M di Gang Hassanudin Kelurahan Sei Bilah Timur Kecamatan Sei Lepan, Langkat, Sumut. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Tercatat 17.000 rumah tidak layak huni tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Fakta ini menambah keprihatinan dari kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah pedesaan terpencil.

Berdasarkan data dari pemerintah daerah, rumah-rumah tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan.

Sebagian besar bangunan rumah mengalami kerusakan berat, mulai dari atap bocor, dinding rapuh (reyot) hingga lantai tidak layak pakai.

Dihuni Keluarga Miskin

Kebanyakan di antaranya dihuni keluarga berpenghasilan di bawah garis kemiskinan.

Kondisi ini membuat upaya perbaikan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Masyarakat Langkat berharap ada solusi cepat dan tepat agar mereka dapat tinggal di rumah lebih layak dan sehat.

“Saat ini, masalah rumah tidak layak huni di Langkat menjadi prioritas kami. Kami telah menyusun beberapa program perbaikan,” ungkap Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy.

Baca Juga  Peningkatan Kapasitas Saluran Drainase Jalan Saudara Ujung Capai 98%

“Tetapi tantangan anggaran dan sumber daya membuat langkah ini belum bisa dilakukan dengan cepat,” lanjutnya.

Disampaikan Faisal disela Forum Diskusi Publik, Kamis (12/9/24) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

Kesehatan Anak & Lansia Terancam

Kondisi rumah tidak layak huni diperparah minimnya akses ke fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi yang layak.

Dampaknya tidak hanya terlihat dari segi fisik, juga berpengaruh terhadap kesehatan penghuni, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga  9 Bulan Api BBH Menyala, Afandin: Tidak Ada Unsur Suku & Agama pada Perjuangan

Pemkab Langkat telah berupaya semaksimal mungkin mengentaskan kemiskinan tersebut.

“Persoalanya, segetol getolnya Pemkab memperbaiki rumah miskin tadi, paling banyak hanya sekitar 1.000 unit per tahunya. Nah, dilihat dari angkanya kita butuh waktu 17 tahun menyelesaikanya,” ujar Pj Bupati Langkat.

Peran CSR Perusahaan & Pengusaha

Untuk itu, sebut mantan Sekdakab Sergei ini, diharapkan para pengusaha dan perusahaan membagikan CSR nya untuk membantu percepatan perbaikan rumah tak layak huni.

Baca Juga  Salut…!!! Polres Langkat Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuh Ibu & Anak Kurang dari 6 Jam

Program bedah rumah dan bantuan sosial dinilai sangat diperlukan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.

Kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat pun diharapkan mempercepat perbaikan kondisi ini.

“Dan sejauh ini baru sekitar 208 unit rumah yang dibantu oleh Baznas melalui zakat yang disalurkan,” ungkap Faisal.

Alhamdulillah-nya, melalui salah seorang anggota DPR RI, Bob Andika Mamana Sitepu, Langkat mendapatkan bantuan 200 unit rumah layak huni.

“Bantuan rumah tersebut merupakan dana aspirasi dari DPR RI yang akan dilaksnakan di Kecamatan Sei Bingei,” tutup Faisal.(*)
Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us