Balita Penderita Leukemia Harapkan Uluran Tangan Dermawan

Heriansyah Abadi bersama istrinya Lia Pratiwi yang mengedong Rafisqy Evano Abadi saat berada di salah satu Rumah Sakit di Kota Binjai. (axialnews)
Iklan Pemilu

Awal Rafisqy Mengidap Leukemia

Selanjutnya Heri mengkisahkan awal buah hatinya mengidap leukemia.

Pada usia nol (0) sampai 1,5 tahun gejala apa pun belum timbul, masih normal seperti anak diusianya. Diusia itu sempat belajar berjalan.

Lalu diusia 2 tahun sudah bisa berjalan sendiri. Namun tidak terlalu, karena setelahnya Rafisqy tidak lagi mau berdiri.

Setelah tidak mau lagi berjalan, bibirnya terlihat pucat dan bagian tubuh lainnya kebiruan seperti memar.

Dihari – hari berikutnya, Rafisqy sering mengalami sesak nafas dan tubuhnya semakin hari semakin lemah.

“Saat itulah kami membawahnya ke salah satu RS di Kota Binjai, tepatnya pada awal Desember 2021,” ungkap Heri.

Hasil dari pemeriksaan medis, HB hanya 2. Sehingga langsung ditransfusi darah sebanyak 2 Bag oleh pihak rumah sakit.

Baca Juga  Isi Kekosongan, Afandin Segera Lakukan Lelang Jabatan

“Setelah dua hari dirawat HB menjadi 9, dan dibolehin pulang. Kami dikenakan biaya Rp2 juta karena pasien umum,” sebutnya.

Shrimp Fram alat medis yang digunakan untuk transfusi darah ke Rafisqy Evano Abadi.(axialnews)

Setelahnya, Rafisqy kembali ngedrop HB 3, dan kembali dibawah ke RS lainnya yang masih berada di Kota Binjai pada 8 Januari 2022, untuk transfusi darah dan perawatan.

“Kali ini kami sebagai pasien BPJS. Tapi karena perawatan kurang memuaskan, kami minta pulang pada 9 Januari 2022,” ungkapnya.

Tidak lama pada 13 Januari 2022, kondisi Rafisqy semakin parah. Kembali membawanya ke RS di Langkat untuk transfusi darah. Melihat kondisi Rafisqy HB nya hanya 1, pihak RS memutuskan harus rawat inap.

Baca Juga  Rekomendasi LKPJ Bupati, DPRD Langkat Minta Dinas PMD Netral di Pilkades

“Kali ini kami kembali sebagai pasien umum. Anak kami dirawat selama 4 hari di ruang ICU, menelan biaya Rp14 juta,” terangnya.

Lalu pada 30 Februari 2022, Rafisqy kembali melemah membutuhkan transfusi darah lagi sebab HB nya tinggal 2. Dibawah ke RS di Binjai.

Baca Juga  Lindas Kepala Pengendara BK 4552 AHQ, Bus Medan Jaya Ini Pakai Supir 'Tembak'

“Kembali pakai BPJS. Anak kami dirawat lima hari, dikenakan biaya Rp1 juta untuk pembelian darah dan pindah ke ruangan kelas 2 di RS tersebut,” sebutnya.

“Setiap transfusi darah menghabiskan 2 kantong, perkantongnya 250 cc,” cetusnya menambahkan.

Untuk jalur pengobatan alternatif, Heri mengaku sudah mengeluarkan biaya pengobatan Rp15 juta.

“Itulah paparan biayanya, belum termasuk oprasional kesana kemarinya. Semoga dengan pemberitaan ini, ada dermawan yang terketuk hatinya membantu kesusahan kami,” harapnya.

NB: Kami awak media bersedia mempublikasikan bagi siapa saja dermawan yang memberikan bantuannya sebagai bentuk motivasi kebaikan untuk sesama anak bangsa. Silahkan hubungi telepon/whatsapp: 0852 9648 4539 (Riyan).(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Anoriyan Yusuf

Halaman: 1 2 3Tampilkan Semua
Berita Lainnya

Contact Us