Menurut Lena kedua orang tuanya merupakan support system yang paling kuat di dalam hidupnya. Ayahnya mengajarkan Lena untuk memimpin sebuah perusahaan. Gaya kepemimpinan ayahnya dia pelajari dan diserap dengan baik.
Tak cuma untuk pelanggan, tapi dia juga berupaya semaksimal mungkin untuk memperhatikan pegawai sampai lingkungan perusahaan. Misalnya dengan rutin menyalurkan zakat baik ke masyarakat muslim dan non muslim.
Wanita yang hobi bersepeda ini menjelaskan, jika TIKI setiap bulannya memberikan beras sebesar 25 kilogram untuk para pegawainya. “Dulu sempat saya mau ganti jadi uang, karena kasihan lihat pegawai bawanya berat. Tapi pegawainya bilang, ‘jangan bu kalau beras banyak yang tanya dari mana, kami jawab dari TIKI’ itu jadi kebanggaan buat karyawan kalau tempat kerjanya memperhatikan mereka. Nah prinsip itu yang diajarkan oleh orang tua saya,” jelas dia.
Untuk mengimbangi pekerjaan, Lena memiliki hobi yaitu bersepeda dan makan nasi goreng Kebon Sirih. Rute bersepeda, dia sukai biasanya di wilayah Kebayoran dan Pantai Indah Kapuk (PIK). (*/axialnews.id)
Berita ini sudah tayang dan dikutip dari kompas.com berjudul Kisah Yulina Hastuti, Bos TIKI yang Dulunya Guru TK