Bukan Sekedar Melayani Administratif, Birokrasi Perlu Dibangun

Bupati Langkat Syah Afandin buka Dialog Kinerja dan Expose Capaian Kinerja Perangkat Daerah hingga Triwulan II Tahun 2025, Kamis (7/8/25) di ruang Pola Kantor Bupati Langkat. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Bupati Langkat Syah Afandin membuka Dialog Kinerja dan Expose Capaian Kinerja Perangkat Daerah hingga Triwulan II Tahun 2025 di ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Kamis (7/8/2025).

Giat ini forum strategis menindaklanjuti hasil evaluasi internal serta sebagai persiapan menghadapi Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025 oleh Kementerian PAN-RB.

Turut hadir Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, Sekdakab Langkat Amril, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat se-Langkat.

Bupati Langkat menekankan pentingnya membangun birokrasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar birokrasi yang melayani secara administratif.

Baca Juga  Progres Pembangunan Pasar Tavip Binjai 98%, Target Selesai Januari 2025

“Mari kita bangun birokrasi yang tidak hanya melayani, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Birokrasi yang bekerja secara nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Langkat,” tegas Bupati.

Ia menegaskan kegiatan dialog ini bukan sekadar seremonial, tetapi forum penting untuk menyampaikan capaian kerja, mengidentifikasi persoalan di lapangan, dan menyusun langkah perbaikan untuk peningkatan kinerja ke depan.

Usai pembukaan, sesi dialog kinerja dipimpin oleh Sekda Amril. Ia menjelaskan tahun 2025 merupakan tahun transisi menuju kebijakan baru reformasi birokrasi nasional melalui Grand Design Reformasi Birokrasi 2025–2045 dan Roadmap RB 2025–2029.

“Reformasi birokrasi tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan difokuskan pada pencapaian dampak nyata untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Sekda.

Baca Juga  Picu Keresahan! Komentar Pihak Funderland Indonesia Diadukan ke Polisi

Adapun sasaran strategis reformasi birokrasi mencakup:

  • Transformasi digital pemerintahan,
  • Penguatan SDM ASN,
  • Pembentukan budaya kerja birokrasi,
  • Peningkatan kapabilitas kelembagaan, dan
  • Perbaikan kualitas pelayanan publik.

Sementara enam tema prioritas reformasi birokrasi tematik meliputi:

  • pengentasan kemiskinan,
  • peningkatan investasi,
  • hilirisasi industri,
  • ketahanan pangan,
  • pelayanan kesehatan, dan
  • pendidikan berkualitas.

Evaluasi SAKIP 2025 juga menjadi fokus utama sebagai alat ukur akuntabilitas, integritas, dan efektivitas program daerah. Evaluasi ini menekankan pentingnya keterpaduan dokumen perencanaan dan penganggaran seperti RPJMD, Renstra, dan RKPD.

Sekda juga menyampaikan empat indikator utama reformasi birokrasi yang menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Daerah, yaitu:

  1. Indeks Reformasi Birokrasi (RB),
  2. Indeks SAKIP,
  3. Indeks Pelayanan Publik (IPP), dan
  4. Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).
Baca Juga  10 Pejabat Dilantik, Ada Jabatan Baru di Jajaran Pemkab Langkat

Komitmen terhadap peningkatan kinerja diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh para Asisten, Staf Ahli Bupati, Inspektur, Sekretaris DPRD, Kepala Perangkat Daerah, dan Camat se-Langkat.

Sesi dialog kinerja dipandu Asisten Administrasi Umum Musti dengan paparan materi dari Inspektur Langkat Hermansyah, Kepala Bappedalitbang Rina Wahyuni Marpaung, dan Kabag Organisasi Setdakab Langkat Beni Sukmaria Ginting.(*)
Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us