Selain itu, kita juga akan membuat pelatihan terhadap Pemerintah Desa agar Konsep Data Desa Presisi ini dapat diterapkan di Tapanuli Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Nikson menyampaikan bahwa program Data Presisi Desa sangat penting sebagai acuan pengembangan dan penyusunan program di desa.
Diketahui, Bupati Tapanuli Utara juga mendapatkan penghargaan atas prestasinya sebagai kabupaten dengan capaian response rate yang melebihi target dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Online pada tahun 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia kemudian melanjutkan bahwa diharapkan masing- masing desa akan mempunyai berbagai data strategis yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan termasuk data Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
Data desa presisi merupakan inovasi metodologi yang tidak hanya bersifat numerik atau angka, namun juga data spasial. Karena itu data desa presisi memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk memberikan gambaran yang aktual dan sesungguhnya.
“Ketika awal saya memimpin, tahun pertama 2014 saya sudah menggulirkan dana Rp 60 juta untuk (pembangunan) setiap desa. Akhirnya tahun 2015 ditambah dengan dukungan Dana Desa oleh Presiden Jokowi,” tandasnya.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Komimfo Taput Polmudi Sagala dan jajarannya.(ril/ano)