Penelitian tersebut ditargetkan rampung paling lambat pekan ke empat Desember 2021.
“Saat ini survei antibodi SARS-CoV-2 masih terus bergulir dijalankan di 34 provinsi di Indonesia yang mencakup sekitar 1.000 desa dan wilayah aglomerasi,” katanya.
Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan informasi seberapa besar kekebalan komunitas yang telah terbentuk di Indonesia karena pengaruh infeksi alamiah dan vaksinasi, kata Wiku menambahkan.
“Hasil tersebut dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berbasis data,” katanya.
Adapun sebelumnya, Epidemiolog Dicky Budiman dalam sebuah diskusi daring, Senin (22/11/2021), mengemukakan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan dua kali suntikan sudah tidak relevan.
Sebabnya, sistem imunitas menurun dalam kurun waktu enam bulan setelah disuntikkan dua dosis vaksin. Karenanya ia menilai dibutuhkan suntikan dosisi ketiga untuk memaksimalkan upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19.
“Bicara konteks sekarang dengan varian baru, menurunnya imunitas, yang disebut vaksinasi penduduk itu bukan dua kali suntik, harus tiga kali suntik. Jadi definisi vaksinasi penuh itu bukan dua kali suntik, itu sudah tidak relevan dengan riset saat ini,” katanya. (*/axialnews.id)