Indonesia memiliki minyak pertama kali keberadaannya di Langkat, tepatnya di Telaga Said. Kilang minyak pertama di Republik ini juga berada di Brandan Kabupaten Langkat.
Dimasa lalu Langkat juga memiliki pelabuhan minyak menjadi pelabuhan minyak pertama di Asia.
Selain itu kapal tanker pertama minyak juga milik Sultan Langkat.
Jadi dimasa lalu Langkat atas permintaan Eropa telah mengakut banyak minyak kesana.
“Dahulu kita (Langkat) diminta oleh Eropa mengirim minyak, maka diangkut dengan tengker tengker pertama di Asia minyak itu yang berasal dari Langkat. Sudah banyak sekali yang tidak terhitung nilai uangnya karena minyak ada di sini. Bangsa dari Eropa juga berdatangan ke Langkat, mudah-mudahan ini terus dipertahankan,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Syah Afandin mengajak semua pihak turut serta memajukan Langkat. Yakni dengan menyatukan persepsi dan pandangan serta perjuangan demi membesarkan Bumi Langkat.
Terkait pelestarian bangunan bersejarah, Afandin meminta Dinas Pariwisata memiliki konsep untuk melestarikannya.