Dia mengaku, sebelum peristiwa itu tidak ada memiliki musuh atau perselisihan dengan siapapun.
“Saya tidak ada musuh. Namun mengapa rumah saya yang dijadikan warung diserang dengan bom molotov,” pungkasnya.
Dirinya juga menduga, pelaku penyerangan adalah orang bayaran. Sebab, kejadian pembakaran itu dilakukn pada dua tempat berbeda, yakni di Pancur Batu dan Kutalimbaru.

“Saya dengar cerita, kalau yang bakar rumah adalah orang bayaran,” ujarnya.
Terpisah,Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung yang dikonfirmasi terkesan menutupi dan bungkam terkait kasus tersebut. Bahkan, Rafles menyatakan kasus itu tidak ada.
“Enggak ada, enggak ada,” kata Rafles sembari pergi menjauh saat ditemui di pelataran Polrestabes Medan, Jalan HM Said baru-baru ini. Sementara itu, saat dihubungi melalui seluler dan dikirimkan pesat whatsapp, Rafles tak kunjung merespon. (Ril/ano)